Pintu Terlarang

Analisis Novel Pintu Terlarang  Karya  Sekar Ayu Asmara

 

 

 

Pintu Terlarang

Penulis : Sekar Ayu Asmara

 

 

 

Pintu Terlarang adalah sebuah novel karya Sekar Ayu Asmara yang ber genre thriller dan  Psikologi . Novel ini sendiri seperti menjadi sebuah cerminan untuk sebuah keluarga , terutama sikap dan  tindakan yang dilakukan orang tua kepada anaknya , apakah sudah melewati batas atau tidak . Dan menjadi pembangun agar berkurangnya bahkan musnahnya kekerasan dalam rumah tangga terutama kekerasan yang dilakukan orang tua kepada anaknya sendiri.

 

Cerita novel ini terbagi atas tiga cerita. Masing-masing berkaitan pada akhirnya dan ditulis secara silih berganti.

Cerita Seorang Anak

Dinarasikan lewat narasi orang pertama, yaitu sang anak, kita mendapatkan cerita tentang penganiayaan terhadap anak. Sang anak berumur sembilan tahun. Ia mempunyai ibu bernama Melati yang seorang kembang desa dan seorang ayah bernama dr. Koentoro. Mereka adalah tipe orangtua yang menganiaya anak mereka sendiri kendati sebenarnya kesalahan sang anak cukup sepele. Pernah ia dipaksa menelan kecoa, diikat di pohon dan ditumpahkan setoples penuh berisi semut merah, ditenggelamkan, ditendang, dan berbagai penganiayaan tak bermoral lainnya. Sang anak didoktrin bahwa segala perlakuan itu dilakukan karena itu adalah bentuk kasih sayang orangtua. Sang anak menjadi sosok yang penyendiri, lama kelamaan dirinya mulai sering berimajinasi bahwa ia adalah sesuatu yang bukan dirinya, agar ia tidak perlu merasakan pahitnya penderitaan. Cerita ini berakhir dengan sang anak yang di sekolahnya, diam-diam mencuri sebilah pisau di kantin sekolah dan pada malamnya, ia seperti dibisikkan oleh benda-benda disekelilingnya untuk menggunakan pisau tersebut. Sang anak akhirnya membunuh kedua orangtuanya sendiri, namun suara-suara kembali membisikannya untuk memotong tangan kirinya yang telah menghunjamkan pisau di tubuh Melati dan Koentoro. Ia pun memotong tangan berikut setengah lengan kirinya.

Cerita Seorang Pematung

Dinarasikan lewat narasi orang ketiga, yaitu seorang pematung bernama Gambir. Ini adalah cerita sentral dari novel ini. Gambir adalah seorang pematung berusia 27 tahun. Ia mempunyai seorang istri bernama Talyda yang terobsesi kepada kesempurnaan. Talyda sendiri adalah seorang wanita karier. Hubungan Gambir dan Talyda bisa dikatakan, aneh karena Talyda yang gampang emosi saat Gambir melupakan dirinya saat ia mempunyai sebuah kesuksesan, seperti saat Gambir yang sukses besar karena pameran patung-patung perempuan hamil miliknya, dibeli seratus persen oleh kolektor terkenal. Dibalik pernikahan mereka, tersimpan tiga buah rahasia, yakni; sebuah pintu di dalam studio patung Gambir yang dilarang untuk Gambir buka dan bicarakan oleh Talyda (Talyda mengalungkan kuncinya di leher); hubungan seks Talyda dengan pria-pria yang Gambir kenal secara rahasia dan dimotori oleh ibu Gambir, Menik Sasongko; dan kenyataan bahwa setelah Talyda mengaborsi bayi pertamanya, ia merancang sebuah perjanjian dengan klinik aborsi agar Gambir dan Talyda bisa memperoleh janin yang diaborsikan oleh orang-orang, dan dimasukkan ke perut patung-patung perempuan hamil milik Gambir agar patungnya tampak lebih hidup. Hubungan seks yang dilakukan Talyda atas suruhan Menik, ternyata dilakukan karena Menik menganggap Gambir itu gila dan ia tidak mengharapkan cucu dari orang seperti Gambir. Terungkapnya hal ini membuat Gambir marah dan membunuh semua pria yang telah tidur bersama istrinya yang kebetulan hadir disaat yang sama untuk memenuhi undangan pesta tahun baru di rumah Gambir. Akhirnya, Gambir membunuh Talyda dan mengambil kunci Pintu Terlarang. Padahal Talyda sering mengancam apabila kunci itu dibuka, segalanya akan berakhir. Dan ketika Gambir membuka pintu tersebut dengan kunci, cahaya menyelimuti dirinya dan ruang studio.

Cerita Seorang Wartawati

Dinarasikan lewat narasi orang pertama, yaitu seorang wartawatibernama Ranti. Cerita ini menjadi penjelas atau penghubung semua cerita. Ranti adalah seorang wartawati yang berumur 24 tahun, dan menjadi salah satu penulis artikel di Majalah Metropolitan, sebuah majalah yang mengkritisi kehidupan sosial. Ranti berkencan dengan seorang duda yang berprofesi sebagai seorang fotografer bernama Dion, dari pernikahan sebelumnya, Dion ditinggalkan istrinya saat sang istri melahirkan seorang anak bernama Edo yang kini usianya lima tahun. Ranti mulai terobsesi saat menulis artikel tentang seorang pria yang sakit jiwa akibat dulunya ia menjadi korban penganiayaan oleh orangtuanya dan kini dimasukkan ke sel isolasi selama 18 tahun. Kini ia berusia 27 tahun. Penelitiannya yang semakin dalam membuat sang pimpinan redaksi majalah Metropoliran, Mas Pram, sebal karena Ranti mendalami artikel terlalu jauh. Akhirnya, Ranti ingin mengadakan sebuah pesta tahun baru kejutan di rumah Dion, sampai disana ia menemukan Dion ternyata adalah seorang ayah yang menganiaya anaknya sendiri. Hal itu disebabkan Dion marah kepada Edo yang telah merenggut nyawa istrinya. Ranti tidak bisa menolong dan segera berteriak keluar. Warga sekitar rumah Dion ternyata telah mencurigai kelakuan Dion, namun tidak mempunyai bukti. Dion ditangkap polisi dan Edo yang telah dianiaya sedemikian parah, dibawa ke rumah sakit, dan meninggal. Ranti menguburkannya dan karena kejadian ini, artikel hasil penelitian Ranti terhadap pria gila itu dimajukan oleh Mas Pram yang prihatin. Ranti akhirnya mengatakan bahwa nama pria itu adalah Gambir.

Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur inkonvesional, mula-mula menceritakan kisah gambir pada umur 9 tahun, kemudian pada bab berikutnya menceritakan tentang kehidupan Gambir dalam kehidupan khayalnya, ada suatu saat menceritakan lagi tentang kehidupan Gambir pada umur 9 tahun bagaimana ia disiksa oleh orang tuanya. Dan akhirnya, menceritakan tentang Gambir yang sebenarnya dalam dunia nyata, bahwa ia adalah seorang pasien Rumah Sakit Gila yang telah mendekam dalam sel isolasi hingga umur 27 tahun. Tokoh utama dalam novel ini bernama Gambir, ia adalah seorang anak korban kekerasan orang tua, akibat kekerasan yang sering ia terima dari orang tuanya, ia mengalami gangguan mental, ia sering berkhayal. Pada akhirnya, ia tidak tahan lagi terhadap perlakuan orang tuanya, sehingga ia membunuh kedua orang tuanya. Kemudian ia diisolasi di Rumah Sakit Jiwa, dan ditempat itulah ia berimajinasi menjadi seorang pematung yang sukses.Gambir berkhayal, ia mempunyai istri yang cantik, bernama Talyda. Talyda adalah seorang wanita yang perfeksionist. Talyda adalah seorang wanita karier. Hubungan Gambir dan Talyda bisa dikatakan, aneh karena Talyda yang gampang emosi saat Gambir melupakan dirinya saat ia mempunyai sebuah kesuksesan, seperti saat Gambir yang sukses besar karena pameran patung-patung perempuan hamil miliknya. Gambir juga berkhayal memiliki ibu yang baik, bernama Menik Sasongko. Menik Sasongko adalah ibu yang selalu berkata lembut. Gambir juga memiliki kakak dan adik yang baik dalam dunia khayal Gambir, yaitu Damar dan Menur. Tetapi itu semua hanyalah khayalannya Gambir, dalam kehidupan nyatanya, ia tidak mempunyai saudara, bahkan tidak memiliki teman. Melati, ibu Gambir dalam dunia nyata, adalah ibu yang sangat kejam. Ia sangat membenci Gambir. Tak ada rasa kasihan terhadap Gambir, begitu juga dengan ayah Gambir, dr. Koenjtoro. Kisah Gambir dari umur 9 tahun sampai umur 27 tahun yang sangat tragis ini memikat perhatian seorang Gadis bernama Ranti. Ranti adalah seorang wartawati yang berumur 24 tahun, dan menjadi salah satu penulis artikel di Majalah Metropolitan, sebuah majalah yang mengkritisi kehidupan sosial. Ranti berkencan dengan seorang duda yang berprofesi sebagai seorang fotografer bernama Dion, dari pernikahan sebelumnya, Dion ditinggalkan istrinya saat sang istri melahirkan seorang anak bernama Edo yang kini usianya lima tahun. Ranti mulai terobsesi saat menulis artikel tentang seorang pria yang sakit jiwa akibat dulunya ia menjadi korban penganiayaan oleh orangtuanya dan kini dimasukkan ke sel isolasi selama 18 tahun. Kini ia berusia 27 tahun. Penelitiannya yang semakin dalam membuat sang pimpinan redaksi majalah Metropoliran, Mas Pram, sebal karena Ranti mendalami artikel terlalu jauh. Akhirnya, Ranti ingin mengadakan sebuah pesta tahun baru kejutan di rumah Dion, sampai disana ia menemukan Dion ternyata adalah seorang ayah yang menganiaya anaknya sendiri. Hal itu disebabkan Dion marah kepada Edo yang telah merenggut nyawa istrinya. Ranti tidak bisa menolong dan segera berteriak keluar. Warga sekitar rumah Dion ternyata telah mencurigai kelakuan Dion, namun tidak mempunyai bukti. Dion ditangkap polisi dan Edo yang telah dianiaya sedemikian parah, dibawa ke rumah sakit, dan meninggal. Ranti menguburkannya dan karena kejadian ini, artikel hasil penelitian Ranti terhadap pria gila itu dimajukan oleh Mas Pram yang prihatin. Ranti akhirnya mengatakan bahwa nama pria itu adalah Gambir.

Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini adalah sudut pandang orang ketiga diluar cerita. Pengarang sama sekali tidak terlibat dalam cerita. Pengarang menceritakan kisah tokoh yang tidak ada hubungannya dengan pengarang. Sedangkan bahasa yang digunakan dalam novel ini mudah dipahami, karna banyak menggunakan bahasa sehari-hari. Yang membuat novel ini sulit dipahami karna alur yang digunakan adalah alur inkonvesional. Jadi, bila tidak membaca dengan seksama akan membingungkan kita.

     

Diceritakan oleh Gambir lewat narasi orang pertama, mengatakan bahwa cerita pematung yang selama ini kita baca, hanyalah imajinasi semata yang Gambir ciptakan. Gambir banyak berimajinasi sebagai tokoh lain. Imajinasi tidak muncul sesuai keinginannya, ada sebuah ‘kekuatan’ yang membuat dunia Gambir menjadi dekat dengan dunia yang kejam dan kompleks. Satu-satunya hal yang ia tidak bisa ditolerir, adalah adanya sebuah pintu yang mirip dengan pintu sel isolasinya disetiap cerita yang Gambir buat. Pintu itu, dalam setiap cerita, selalu dilarang oleh sebuah tokoh cerita untuk Gambir buka. Apabila ia membukanya, Gambir akan ‘terlempar’ kembali ke sel isolasi, kembali kepada kenyataan yang menyedihkan. Namun Gambir bisa lagi menciptakan cerita lainnya, dan terkurung dalam pikirannya sendiri.

Kita diajak untuk ber-imajinasi dalam cerita ini dan terhanyut dalam keadaan yang pada akhirnya membuat terkaget dengan akhir dari cerita novel ini , walaupun memiliki 3 cerita yang berbeda namun ternyata tertuju pada satu cerita yang sesungguhnya. Tema dari novel ini sendiri lebih kepada kekerasan yang sering terjadi di dalam keluarga terutama orang tua pada anaknya , dimana sang anak nanti nya malah akan menjadi memilki gangguan moral yang bisa berakibat depresi luar biasa dan mengalami gangguan jiwa yang bisa melakukan hal-hal gila , karena dia merasa bahwa dia memiliki dunia lain yang bisa membuatnya melakukan segala hal yang dianggap tidak mungkin sehingga akan berakibat fatal nantinya.

 

Oleh : Nia Karina Tarigan

mahasiswa FIB unpad 2011

Advertisements

Cintaku Dikampus Biru

Analisis Novel Cintaku Dikampus Biru  Karya Ashadi Siregar

 

 

 

Cintaku Dikampus Biru

Penulis : Ashadi Siregar

 

Novel Cintaku di Kampus Biru merupakan kisah pembuka dari Trilogi Cintaku di Kampus Biru, Kugapai Cintamu, dan Terminal Cinta Terakhir. Cintaku di Kampus Biru merupakan cerita anak muda yang segar dan penuh warna. Setting ceritanya diambil di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang berlatar tahun 8O-an dan semenjak terbitnya Novel ini, Kampus Universitas Gadjah Mada Bulaksumur mendapat predikat “Kampus Biru”.

Tema dari novel Cintaku Dikampus Biru ialah potret atau tepatnya gambaran kehidupan seorang mahasiswa dari masalah cinta dan juga pendidikan serta ada juga sedikit masalah keluarga .  Dimana di dalam kehdupan ini dipenuhi masalah dan pilihan-pilihan yang tepat untuk dilakukan. Cerita ini berada di sebuah Kampus Universitas Negeri di kota Yogyakarta yaitu Kampus Universitas  Gadjah Mada (termasuk juga dari bagian tamannya)  , ada juga yang berada di rumah (tempat tinggal) salah seorang tokoh dan juga kost-an.

Penceritaan  dimulai dari pengenalan masalah, pertikaian, puncak masalah (klimaks), anti klimaks, penyelesaian masalah, cerita selesai . Dimulai dari awal diperkenalkan bagaimana kehidupan seorang Anton beserta masalah lalu muncul berbagai masalah dan rintangan yang harus dilalui dengan menemukan jawaban akhir dari masalah itu.

 Kehidupan seorang mahasiswa yang bernama Anton akan menjadi pemimpin jalan cerita atau tepatnya tokoh utama yang paling berepengaruh dari cerita ini , bagaimana cara nya seorang playboy seperti Anton mampu meraih cintanya , setelah menempuh banyak liku dan juga masalah pendidikan  . Anton mencoba menyelesaikan masalah dalam hidupnya satu-persatu  , dia mengingat orang tuanya yang mampu membiayai kuliahnya hanya lima tahun dan dimana dia harus memperjuangkan cinta dan juga cita setelah mengalami beberapa kegagalan dalam hal tersebut sehingga dia harus mampu memilih jalan yang benar unutk hidupnya sendiri. Belum lagi predikat seorang Anton yang seorang playboy cap super semakin memberatkannya di pandangan orang lain. Segala jenis perempuan sudah dihapalnya. Dari mulai karakter perempuan galak tapi lembut, hingga perempuan pendiam tapi ganas. Ada sangat banyak wanita yang telah dia pacari. Namun inti masalah sesungguhnya adalah cerita antara Anton dan beberapa perempuan. Marini, bu Yusnita, Erika, Widyasari. Anton sebelumnya berpacaran dengan Marini, hingga akhirnya dia bertemu dengan Erika. Bagaimana cara Anton menghadapi lika-liku hidup yang menyesak di hatinya dan semua memuncak dimana seorang Anton harus bisa mengikuti kemana suara hati dan pilihan yang benar dari semua masalah yang dia hadapi , membuang rasa ego yang ada didalam dirinya .

Sudut Pandang orang pertama  dimana tokoh terlibat langsung mengalami peristiwa-peristiwa cerita.

Anton seorang pria tampan dengan predikat playboy dan seorang pria yang cerdas, bu Yusnita seorang wanita berusia 32 tahun keras dan haus akan kasih sayang dari seorang pria dimana dia  pernah terlibat cinta dengan Anton namun sadar hal itu adalah salah karena jarak usia mereka yang jelas berbeda sangat jauh, Marini seoang perempuan galak yang selalu menuntut untuk diperhatikan dan di nikahi oleh Anton namun pada akhirnya malah memperoleh kasih sayang dari temen Anton yaitu Kusno , Widyasari yang menjadi pencerah untuk Anton terutama hubungan Anton dengan Erika dimana tokoh ini berpegang kuat dalam akhir dari kisah dan masalah yang dihadapi Anton , Erika seorang perempuan cantik  dan baik hati dan telah bertunangan dengan Usman yang sedang kuliah S2 di Jerman namun  hubungannya harus kandas di tengah jalan , tokoh Erika ini .Setiap tokoh memiliki karakter yang berbeda-beda yang semakin memperkuat jalan cerita sehingga membuat cerita menjadi menarik untuk diikuti sampai akhir tanpa melewatkan setiap bagian karena semakin dibaca semakin ingin tahu cerita di bagian selanjutnya.

Kehidupan atau tepatnya penceritaan seorang Anton memiliki makna tersendiri bagi pembacanya , yaitu bahwa kita harus berani dalam mengambil keputusan , dan harus berhati-hati dalam menentukan pilihan serta jangan mudah menyerah dalam menggapai sesuatu (tidak mudah putus asa dan bersemangat tinggi). Kita juga harus yakin dengan suara hati kita , membuang rasa ego yang tinggi dari diri kita apalagi itu merupakan rasa ego yang mampu membuat keadaan memburuk dan memperpanjang masalah serta mengajak kita menjadi sosok dewasa di usia yang memang pantas untuk dikatakan dewasa , serta menghadapi masalah dengan cara yang dewasa pula yaitu berfikir jernih dan menghadapi masalah dengan kepala dingin (tanpa emosi) , pasti kita bias melalui semua masalah itu dengan hasil akhir yang baik .

Bahasanya dalam cerita tidak terlalu tinggi walau agak sedikit kasar tetapi sehingga membuat pembaca mampu menikmati dan seperti berada di situasi yang nyaman serta ikut berada dalam cerita dari novel ini sendiri. Dikarena kan bahasa nya adalah bahasa informal yang tidak berat untuk diikuti atau lebih tepatnya cara teknik bahasa anak muda , walaupun sebenarnya bahasa nya sendiri adalah bukan teknik bahasa anak muda pada masa abad 20 seperti sekarang. Tapi tetap saja kita mampu menikmatinya , berasa ada pada zaman orang tua kita dulu. Mudah dicernah tanpa perlu berfikir keras sampai mengerutkan kening untuk membaca samai cerita akhir nya. Benar-benar membuat pembaca merasa nyaman membacanya.

Dalam cerita nya sendiri yang kita peroleh ialah nilai sosial karena di bagian cerita novel ini akan menunjukkan interaksi antar manusia , dari mahasiswa dengan dosen dimana membuat kita (para mahasiswa) pernah mengalami hal seperti ini , dan juga interaksi antara sepasang kekasih (tentu spesial untuk para pembaca yang sedang berada dalam sebuah hubungan seperti ini) dan juga ada bagian perebutan posisi ketua dewan mahasiswa untuk tingkat universitas atau ketua senat mahasiswa untuk lingkup fakultas (bagi pembaca yang kebetulan aktif di bagian hal seperti ini) . Nilai moral karena dimana ada pandangan yang salah di tunjukkan oleh ibu Erika kepada Anton dan juga perjuangan Anton dalam pendidikannya karena dia tahun orang tua nya hanya mampu membiayai kuliahnya dalam jangka waktu 5 tahun. Dimana tokoh Anton yang terlihat peduli dengan pendidikan dan juga orang tua nya. Nilai budaya juga ada , yaitu budaya mahasiswa atau lebih tepatnya kehdupan mahasiwa

Cerita dari novel ini juga membuat kita berfikir bahwa kita tidak bisa hanya menilai orang dari luar nya saja atau penampilan (menilai sebelah mata) , karena kita belum tahu bagaimana karakter orang  tersebut , contohnya Anton yang digambarkan sosok pria don juan (playboy) dengan penampilan yang terbilang tidak rapi , dari pakaian atau pun rambutnya . Tetapi ternyata dari sisi dirinya ditemukan sosok yang berbeda dai penampilan lurnya tersebut.

 

 

HASIL ANALISIS

 

Novel karya Ashadi Siregar ini mengisahkan seorang mahasiswa bernama Anton Rorimpandey, mahasiswa antropologi, namun ceritanya bukan sebatas kehidupan Anton tampan dan don juan, melainkan gambaran seorang mahasiswa yang berotak encer namun bukan kutu buku dan terisolasi di menara gading pemikiran. Intrik di kalangan mahasiswa, termasuk perebutan posisi ketua dewan mahasiswa untuk tingkat universitas atau ketua senat mahasiswa untuk lingkup fakultas, menjadi miniatur perpolitikan Indonesia.

Tokoh Anton akan dihadap oleh masalah cinta yang membuatnya harus memutuskan tindakan yang benar dalam melangkah.

Dalam cerita ini tokoh Anton sangat ditonjolkan karena penulis ingin menunjukkan gagasannya bahwa hidup penuh pilihan dan masalah , dimana dihajarkan bahwa setiap orang harus berani menentukan pilihan yang berhubungan dengan masa depan (krhidupan yang akan datang) dan  kedewasaan dalam menghadapinya. Tema nya sendiri sangat dekat dengan kisah dari kehidupan mahasiswa walaupun kisahnya tergolong lebih sulit dan berat dalam pemecahan masalahnya yang dia hadapi.

 

Oleh : Nia Karina Tarigan

mahasiswa FIB unpad 2011

Ayat-Ayat Cinta

Analisis Novel Ayat-Ayat Cinta Karya  Habiburrahman El Shirazy

 

 

 

Ayat-Ayat Cinta

Penulis : Habiburrahman El Shirazy

 

Novel Ayat Ayat Cinta merupakan novel berbahasa Indonesia karangan Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2004 melalui penerbit Basmala dan Republika.

Novel ini menceritakan perjalanan hidup seorang pria Islam , dimana cerita dari novel ini mengarah pada satu kata “cinta” , cinta kepada Allah , cinta kepada Islam , cinta kepada pasangan , cinta kepada sesama. Novel  berisikan 418 halaman dan sukses menjadi salah satu novel fiksi terlaris di Indonesia yang dicetak sampai dengan 160 ribu eksemplar hanya dalam jangka waktu tiga tahun. Ayat Ayat Cinta juga merupakan pelopor karya sastra islamiyang sedang dalam masa kebangkitannya. Novel ini juga di produksi dalam bentuk film dengan jumlah penonton yang luar biasa.

Fahri bin Abdillah adalah Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Berteman dengan panas dan debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Belajar di Mesir, membuat Fahri dapat mengenal Maria, Nurul, Noura, dan Aisha.

Maria Grigis adalah tetangga satu flat Fahri, yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al Quran. Dan menganggumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayangnya, cinta Maria hanya tercurah dalam diary saja.

Sementara Nurul adalah anak seorang kyai terkenal, yang juga mengeruk ilmu di Al Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak.

Sedangkan Noura adalah tetangga Fahri, yang selalu disika Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Hanya empati saja. Tidak lebih! Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya.

Dan yang terakhir adalah Aisha. Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku, Aisha jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya.

Lantas, siapakah yang nantinya akan dipilih Fahri? Siapakan yang akan dipersunting oleh Fahri? Siapakah yang dapat mencintai Fahri dengan tulus? Mari kita cari jawabannya dari sinopsis “Ayat-Ayat Cinta” berikut.

Fahri sedang dalam perjalanan menuju Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq yang terletak di Shubra El-Kaima, ujung utara kota Cairo, untuk talaqqi (belajar secara face to face pada seorang syaikh) pada Syaikh Utsman, seorang syaikh yang cukup tersohor di Mesir.

Dengan menaiki metro, Fahri berharap ia akan sampai tepat waktu di Masjid Abu Bakar As-Shiddiq. Di metro itulah ia bertemu dengan Aisha. Aisha yang saat itu dicacimaki dan diumpat oleh orang-orang Mesir karena memberikan tempat duduknya pada seorang nenek berkewarganegaraan Amerika, ditolong oleh Fahri. Pertolongan tulus Fahri memberikan kesan yang berarti pada Aisha. Mereka pun berkenalan. Dan ternyata Aisha bukanlah gadis Mesir, melainkan gadis Jerman yang juga tengah menuntut ilmu di mesir.

Di Mesir Fahri tinggal bersama dengan keempat orang temannya yang juga berasal drai Indonesia. Mereka adalah Siful, Rudi, Hamdi, dan Misbah. Mereka tinggal di sebuah apartemen sederhana yang mempunyai dua lantai, dimana lantai dasar menjadi temapt tinggal Fahri dan empat temannya, sedangkan yang lanai atas ditemapati oleh keluarga Kristen Koptik yang sekaligus menjadi tetangga mereka. Keluarga ini terdiri dari Tuan Boutros, Madame Nahed dan dua oranga nak mereka, taitu Maria dan Yousef.

Walau keyakinan dan aqiqah mereka berbeda, tapi antara keluarga Fahri dan Tuan Boutros terjalin hubungan yang sangat baik. Terlebih Fahri dan Maria berteman begitu akarab. Fahri menyebut Maria sebagai gadis koptik yang aneh. Bagaimana tidak, Maria mampu menghafal surat Al-Maidah dan surat Maryam.

Selain bertetangga dengan keluarga Tuan Boutros, Fahri juga mempunyai tetangga lain berkulit hitam yang perrangainya berbanding seratusdelapan puluh derajat dengan keluarga Boutros. Kepala keluarga ini bernama Bahadur. Istrinya bernama madame Syaima dan anak-anaknya bernama Mona, Suzanna, dan Noura.

Bahadur, madame Syaima, Mona, dan Suzanna sering menyiksa noura karena rupa serta warna rambut Noura yang berbeda dengan mereka. Noura berkulit putih dan berambut pirang. Ya, nasib Noura memang malang.

Suatu malam Noura diusir Bahadur dari rumah. Noura diseret ke jalan sembari dicambuk. Tangisannya memilukan. Fahri tidak tega melihat Noura diperlakukan demikian oleh Bahadur. Ia meminta Maria melalui sms untuk menolong Noura. Fahri tidak bisa menolong Noura secara langsung karena Noura bukan muhrimnya. Maria pun bersedia menolong Noura malam itu. Ia membawa Noura ke flatnya.

Fahri dan Maria berusaha mencari tahu siapa keluarga Noura sebenarnya. Mereka yakin Noura bukanlah anak Bahadur dan madame Syaima.

Dan benar. Noura bukan anak mereka. Noura yang malang itu akhirnya bisa berkumpul bersama orang-orang yang menyayanginya. Ia sangat berterima kasih pada Fahri dan Maria.

Sementara itu, Aisha tidak dapat melupakan pemuda yang baik hati mau menolongnya di metro saat itu. Aisha rupanya jatuh hati pada Fahri. Ia meminta pamannya Eqbal untuk menjodohkannya dengan Fahri. Kebetulan, paman Eqbal mengenal Fahri dan Syaik Utsman. Melalui bantuan Syaik Utsman, Fahri pun bersedia untuk menikah dengan Aisha.

Mendengar kabar pernikahan Fahri, Nurul menjadi sangat kecewa. Paman dan bibinya sempat datang ke rumah Fahri untuk memberitahu bahwa keponakannya sangat mencitai Fahri. Namun terlambat! Fahri akan segera menikah dengan Aisha. Oh, malang benar nasib Nurul.

Dan pernikahan Fahri dengan Aisha pun berlangsung. Fahri dan Aisha memutuskan untuk berbulanmadu di sebuah apartemen cantik selama beberapa minggu.

Sepulang dari ‘bulanmadu’nya, Fahri mendapat kejutan dari Maria dan Yousef. Maria dan adiknya itu datang ke rumah Fahri untuk memberikan sebuah kado pernikahan. Namun Maria tampak lebih kurus dan murung. Memang, saat Fahri dan Aisha menikah, keluarga Boutros sedang pergi berlibur. Alhasil, begitu mendengar Fahri telah menjadi milik wanita lain dan tidak lagi tinggal di flat, Maria sangat terpukul.

Kebahagian Fahri dan Aisha tidak bertahan lama karena Fahri harus menjalani hukuman di penjara atas tuduhan pemerkosaan terhadap Noura. Noura teramat terluka saat Fahri memutuskan untuk menikah dengan Aisha.

Di persidangan, Noura yang tengah hamil itu memberikan kesaksian bahwa janin yang dikandungnya adalah anak Fahri. Pengacara Fahri tidak dapat berbuat apa-apa karena ia belum memiliki bukti yang kuat untuk membebaskan kliennya dari segala tuduhan. Fahri pun harus mendekam di bui selama beberapa minggu.

Satu-satunya saksi kunci yang dapat meloloskan Fahri dari fitnah kejam Noura adalah Maria. Marialah yang bersama Noura malam itu (malam yang Noura sebut dalam persidangan sebagai malam dimana Fahri memperkosanya).

Tapi Maria sedang terkulai lemah tak berdaya. Luka hati karena cinta yang bertepuk sebelah tangan membuatnya jatuh sakit. Tidak ada jalan lain. Atas desakan Aisha, Fahri pun menikahi Maria. Aisha berharap, dengan mendengar suara dan merasakan sentuhan tangan Fahri, Maria tersadar dari koma panjangnya. Dan harapan Aisha menjadi kenyataan. Maria dapat membuka matanya dan kemudian bersedia untuk memberikan kesaksian di persidangan. Alhasil, Fahri pun terbebas dari tuduhan Noura. Dengan kata lain, Fahri dapat meninggalkan penjara yang mengerikan itu.

Noura menyesal atas perbuatan yang dilakukannya. Dengan jiwa besar, Fahri memaafkan Noura. Dan, terungkaplah bahawa ayah dari bayi dalam kandungan Noura dalah Bahadur.

Fahri, Aisha, dan Maria mampu menjalani rumah tangga mereka dengan baik. Aisha menganggap Maria sebagai adiknya, demikian pula Maria yang menghormati Aisha selayaknya seorang kakak. Tidak ada yang menduga jika maut akhirnya merenggut Maria. Namun Maria beruntung karena sebelum ajal menjemputnya, ia telah menjadi seorang mu’alaf.

Dari buku kita tahu bahwa Fahri selalu “menjaga diri” di tengah wanita-wanita yang dekat dengannya. Hal itu Fahri lakukan karena rasa cintanya pada Yang Maha Kuasa. Fahri berusaha konsisten dengan prinsip, dan ajaran agama yang ia pegang teguh. Cinta Fahri pada agama dan Sang Khalik menuntunnya pada cinta Aisha. Atas izin Allah Fahri dan Aisha bersatu di bawah payung cinta yang tulus mengharapkan ridhaNya.

Sudut pandang novel ini ialah aku sebagai orang pertama dengan gaya penulisan yang Khas,unik, penuh dengan nuansa religi, punuh dengan romantis cinta. Settingnya sendiri memiliki banyak lokasi seperti Mesir Kairo Al-azhar ( Negara Mesir Benua Afrika ).flat, Masjid, Restoran, Metro, Penjara Rumah sakit, Alexsandria.

Perwatakan tokoh-tokohnya juga memiliki berbagai macam karakter , Fahri ialah pria yang rajin, pintar, sabar, terencana, tepat waktu, ikhlas, ulet, penolong, sholeh, aktifis, pintar dalam memimpin,lurus, penuh dengan target. Maria adalah wanita ceria, Suka bergurau, rajin, Pintar, tapi fisiknya lemah, manja tertutup.Aisah adalah wanita lembut, sabar, ikhlas, terencana, pintar, sholehah, seba mewah.  Nurul adalah wanita yang rajin, pintar, pemalu tidak terbuka, kaku, emosi, sholeh. Noura adalah wanita tertutup, sulit di tebak,pintar, tapi dia kejam, emosi, pendiam.

Ini adalah kisah cinta, tapi bukan kisah cinta sekedar kisah cinta yang biasa, ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara Islami. Dimana sifat dari beberapa tokoh dalam novel ini bisa menjadi contoh yang luar biasa , ketabahan dan sifat fahri bisa menjadi cerminan, pengorbanan seorang Aisha dan cinta kasih Maria.

Amanat yang bisa diambil dari novel ini adalah dalam merencanakan sesuatu pasti akan ada halangan dan rintangan yang menghadang tujuan yang hedak di capai tidak akan berjalan dengan mulus. Dan semakin banyak ilmu / pengetahuan yang di terima atau di dapat, maka semakin banyak pula hambatan, godaan yang haris di lewati dan di pecahkan dengan hati yang sabar dan yakin akan ada hikmanya.

 

 

 

 

Oleh : Nia Karina Tarigan

mahasiswa FIB unpad 2011

 

 

 

 

 

 

 

Ayah, Mengapa Aku Berbeda ?

 Analisis Novel “Ayah, Mengapa Aku Berbeda ?” Karya  Agnes Davonar

 

 

 

Ayah, Mengapa Aku Berbeda ?

Penulis : Agnes Davonar

 

 

Ayah mengapa aku berbeda berkisah tentang perjuangan gadis tunarungu membuktikan kepada dunia bahwa ia terlahir dengan tujuan, tujuan yang ia buktikan walau penderitaan dalam hidupnya tidak pernah berhenti karena kerterbatasan yang ia miliki.

 Novel ini memang begitu sederhana namun tersirat banyak makna , makna cara memandang hidup , arti dari hidup itu , perjuangan menghadapi hidup dalam perbedaan dan rasa syukur kepada Tuhan. Hidup ini sempurna namun kita membuat segalanya seolah tak sempurna dengan pandangan yang menyudutkan bahwa Tuhan itu tidak adil tapi di novel ini membawa kita berpikir bahwa Tuhan itu punya rencana yang lebih indah dibandingkan rencana kita sendiri.

Sinopsis dari novel ini sendiri seperti berikut :

Ayah, mengapa aku berbeda? Adalah sebuah kisah perjuangan hidup Angel, gadis cilik tunarungu yang cacat sejak dilahirkan. Ibunya meninggal ketika Angel terlahir dan ayahnya kemudian menjadi orangtua tunggal yang merawatnya dengan tulus. Walau Angel tidak bisa mendengar apapun di dunia ini? Ayahnya berusaha membuatnya mandiri dan hidup dalam keadaan seperti anak-anak normal lainnya.

Angel yang dianggap cacat harus berjuang keras untuk dapat diterima dalam sekolah umum. Selain itu, ia harus menghadapi kenyataan tidak semua orang mau menerima kehadirannya. Sekalipun harus menderita untuk mengejar pendidikan oleh hinaan dan caci maki sekitarnya, Angel tidak menyerah. Di saat Angel bersedih, ia menemukan sesuatu dalam hidupnya. Angel memiliki bakat bermain piano walau mustahil baginya untuk mendengar apa yang ia mainkan sendiri..

Lalu ada gadis popular di sekolah barunya yang merasa terancam dengan hadirnya Angel yang cantik, pintar, dan berbakat. Angel tak pernah lepas dari “serangan”  darinya yang bertubi. Di situ pulalah ada Hendra, cowok baik hati yang kemudian menjadi sahabat Angel, dan Martin cowok incaran Maya yang diam-diam lebih memperhatikan Angel.

Pada saat yang sama, ayah Angel mengalami masalah jantung. Pendapatan tak seberapa dari toko roti keluarga yang ia kelola, menghambat pengobatannya, sehingga Angel berusaha menambah penghasilan keluarga dengan menjadi pianis sebuah cafe. Di cafe inilah, ia merajut cinta dengan Ferly, pegawai cafe tersebut. Cinta mereka tentu saja tak biasa, karena bernuansa perbedaan yang tidak biasa.

Tantangan demi tantangan, hambatan demi hambatan harus dihadapi Angel. Sebagai manusia ia hampir menyerah, namun Tuhan selalu punya cara mengembalikan kekuatannya. Hingga pada akhirnya Tuhan akan memberikan jawaban terindah atas pertanyaan Angel yang pernah ia sampaikan ke Sang Ayah “Ayah, mengapa aku berbeda?”

Kini Angel percaya, bahwa Tuhan menciptakannya ke dunia ini dengan suatu tujuan? Tujuan yang harus ia perjuangkan dengan keterbatasan fisiknya.

Kata-kata yang terucap dan segala doa serta keinginan (harapan) angel menjadi sebuah dorongan besar bagi para pembaca untuk bisa lebih menghargai hidup . contohnya adalah kutipan berikut ;

” Walau aku terlahir tanpa pernah bisa mendengar apapun di dunia ini, tapi aku masih bisa merasakan kebaikan Tuhan kepadaku, kebaikan yang membuatku percaya bahwa aku tidak terlahir dengan tujuan hidup rencananya yang indah”

Pelajaran yang berharga juga bisa kita temukan dalam novel ini. Tidak sedikit yang merasa aneh ketika Angel menghabiskan separuh waktunya di sekolah itu. Hanya ada Hendra, sahabat yang selalu setia menemani hari-hari penuh cerita seorang Angel. Bagaimana kalau kalian yang ada di posisi Angel? Sedih bukan?…hanya ada satu teman, dari ribuan teman yang mau menemani. Antara harus senang atau sedih yang selalu Angel rasakan ketika menginjakkan kaki di sekolahnya itu. Anges, dia lah perubah senyum manis Angel menjadi butiran air mata. Hanya karena keterbatasan, Agnes dengan sinisnya selalu saja membuat Angel tersiksa. Dihina, dicaci, dilukai baik secara fisik maupun psikisnya. Mungkin kalau kita tentunya tidak akan tahan, kemudian cepat-cepat berpikir untuk pergi dari sekolah itu. Tapi, Angel tidak loh…Ia tetap bertahan, kuat, tegar, dan berani menghadapinya. Sampai-sampai membuat lawannya itu terheran-heran bahkan bisa mengalahkan kemampuan Agnes baik dalam pelajaran maupun musik. Piano…ya, itulah alat musik dengan dentingan yang indah saat tutsnya dimainkan oleh seorang Angel. Berkat kemampuannya itu, Ia bisa bergabung dalam klub musik yang dipimpin oleh Bu Katrina.

Angel memiliki kelebihan dari kekurangannya , tidak ada manusia yang sempurna dan dari cerita ini kita tahu bahwa Tuhan sangat adil dalam membentuk karakter manusia yang tidak sempurna namun memiliki hidup sempurna karena adanya satu kata yang bisa membuat kita dapat mencapai kebahagiaan , yaitu “Harapan”

 penggalan favorit saya dari cerita novel berikut ini  ialah sebagai berikut :

“Tuhan bimbing aku agar semua berjalan dengan baik. Dan dengarkanlah musik ini..”

Setiap denting musik mulai memecahkan semua tawa yang awalnya menghujatku, menghinaku, arunan musik ini membawa perjalanan kisahku untuk berjuang menunjukkan pada dunia, aku memang terlahir cacat, aku tidak pernah tau apa artinya musik, tidak tau bagaimana suara burung, suara ayah bahkan tragisnya aku tidak pernah tau suara yang keluar dari mulutku sendiri.

Tapi aku percaya, aku tercipta bukan tanpa tujuan dalam dunia ini. ketika lagu itu usai kumainkan, semua berdiri dan memberikan tepuk tangan, aku menangis. ibu guru memelukku, aku ingin ibu menyampaikan pesanku kepada penonton.

“ Terima kasih, memberikan aku kesempatan untuk berada ditempat ini. Kini aku tau mengapa aku berbeda, karena Tuhan mencintaiku. Aku tidak akan marah pada Agnes dan teman-teman, aku bersyukur karena mereka mengajarkan aku tentang ketekunan dan ikhlas. Termasuk ayah, yang selalu bilang padaku “ kita tidak perlu merasa sedih dengan keadaan kita, bagaimanapun bentuknya. Karena Tuhan memberikan kita nafas kehidupan dengan tujuan hidup masing-masing”

Ya aku percaya itu.

Demikian lah penggalan novel novel ini semakin membuat pembaca yakin akan keindahan rencana Tuhan pada hidup kita

Dan perlu kita ketahui hidup  ini tidak mudah untuk kita jalani , semua butuh tantangan dan tantangan itu akan membuat kita lebih mengenal arti hidup dan lebih menghargai nya. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita , walaupun kita sedang jatuh saat ini , dia ada di samping kita, memperhatikan kita untuk mengetahui apakah kita dapat menjalani hidup ini dan tetap bersyukur melalui tantangan-tantangan (masalah-masalah yang kita alami)

 

Oleh : Nia Karina Tarigan

mahasiswa FIB unpad 2011

Lelakon

Analisis Novel Lelakon  Karya  Lan Fang

 

 

 

Lelakon

Penulis : Lan Fang

 

 

Sebenarnya novel ini sangat dicerna oleh pemikiran saya Karena bagian-bagian cerita yang terlihat berat dan sulit untuk dipahami untuk orang-orang yang masih belum berpengalaman dalam dunia sastra seperti saya. Novel Lelakon dipenuhi berbagai macam tokoh yang kadang-kadang terasa nyata tapi kadang-kadang pula terasa hanya ada dalam angan-angan, dengan alur yang tidak perlu diatur secara jelas. Tempo dalam novel ini, bisa berjalan dengan cepat, bisa pula bergerak lambat, dengan bahasa yang kadang diatur dengan rapi, dan kadang tidak diatur dengan rapi pula. karya ini juga dapat dilihat dari sudut pandang psikologi dan filsafat, tentang eksistensi cermin, serta subyek yang terbelah, bak kita melihat diri dalam cermin.

Si penulis  menggelar panggung sandiwara, menempatkan tokoh-tokohnya yang memainkan sebuah cerita rekaan sang pengarang, dan ditonton oleh “sedikit penonton”, seolah penulis dengan rendah hati meramalkan bahwa Lelakonnya tidak banyak yang menonton atau membaca, “Ada gemuruh tepuk tangan yang tidak terlalu riuh karena hanya beberapa gelintir kepala yang memenuhi ruangan itu.” (hlm 259). Pada bagian ini penulis muncul di panggung dengan naskah sandiwara yang belum selesai.  Dan secara beramai-ramai dikeroyok oleh tokoh-tokoh yang dia “adakan”. Dari sini kita bisa tahu, juga dari banyak bagian dalam novel ini, penulis memakai allusion (kilatan) dari berbagai sumber bacaan dan pengalamannya.

Dalam sepanjang jalan cerita novel ini kita disuguhi membanjirnya ungkapan puitis, yang tidak mengada-ada, bahkan mengejutkan karena sangat tepat. Kita comot saja secara acak “sepi yang terasa menguliti”, “berceloteh seperti uang receh,”, “Mon ingin mendengarkan suara lain yang bukan suara manusia. Juga ingin melihat wajah lain yang bukan wajah pendusta.” (hlm 59).

Sinopsis dari novel ketika belum dibuka dan dibaca sampai akhir pun telah mencuri perhatian setiap orang yang meihat novel ini , sinopsinya sendiri yaitu sebagai berikut :

Selalu ada siang-malam, terang-gelap, hitam-putih, tertawa-menangis, itulah yang dilihat, didengar dan dirasakan setiap saat.
Entahlah itu benar atau salah.
Ketika ada petang di antara siang dan malam.
Ketika ada remang di antara terang dan gelap.
Ketika ada abu-abu di antara hitam dan putih.
Ketika ada arti di antara tertawa dan menangis.
Apakah itu benar atau salah?
Entah!
Yang pasti, itulah lelakon.

Manusia adalah makhluk yang benar-benar buruk: saling mengkhianati, saling menipu, saling memperalat, semua untuk kepentingan diri sendiri, itulah manusia. Cinta dalam arti sebenarnya seolah tidak ada, karena yang ada adalah nafsu keduniawian, dan karena itu manusia tidak memerlukan martabat. Kalau manusia tidak mampu hidup bermewah-mewah, manusia memimpikan hidup bermewah-mewah, sebab hidup bermewah-mewah adalah tujuan utama hidup manusia, sementara penyesalan demi penyesalan pada akhir kisah lebih merupakan retorika daripada kata hati. Inilah gambaran manusia dalam Lelakon, sebuah novel yang dipenuhi oleh berbagai macam tokoh yang kadang-kadang terasa nyata tapi kadang-kadang pula terasa hanya ada dalam angan-angan, dengan alur yang tidak perlu diatur secara jelas. Tempo dalam novel ini bisa berjalan dengan cepat, bisa pula bergerak dengan lambat, dengan bahasa yang kadang diatur dengan rapi, dan kadang tidak diatur dengan rapi pula.

Dalam novel ini tokoh-tokoh perkasa dalam dunia wayang seperti Yudistira,, Bisma, Arjuna dipermalukan kehidupan seksnya dengan mengungkap bawa Yudistira ternyata impoten. Bima menderita ejakulasi dini, Arjuna menderita penyakit raja singa, sedangkan Nakula dan Sadewa adalah pasangan cinta sesama/gay. Entah apa yang ada dalam benak penulis. Penulis seakan memendam kemarahan yang meledak-ledak terhadap lelaki . Selain mengungkap konflik antar tokoh-tokohnya, ada satu bagian kisah yang menurut saya paling menarik dan memberi pelajaran berharga bagi pembacanya, yaitu kisah ketika tokoh Mon berguru kepada Tongki, seorang penipu yang menjadi parasit bagi orang lain dan memperkaya dirinya dengan cara meminta-minta tanpa malu-malu. Setelah berguru pada Tongki, Mon berniat mempraktekkan ilmu agar menjadi kaya yang telah diperolehnya Namun alih-alih sukses menerapkan ilmu Tongki, Mon menemui sejumlah pelajaran berharga bahwa cara-cara yang dilakukan Tonki ternyata tidaklah sesuai dengan hati nuraninya. Tongki mengajarkan bahwa salah satu cara menjadi karya adalah dengan bersikap diam dan membiarkan orang lain yang membayar makan dan minumnya. Mon mencobanya ;
Setiap kali bila berkumpul dengan banyak orang, ia diam saja, tidak minum, tidak makan, juga tidak mengeluarkan uang. Maka orang lain akan membelikannya minuman dan menawari makan. Ketika semua selesai makan, dilihatnya orang-orang berebut mengeluarkan uang untuk membayar makanan dan minuman. Mereka saling mendahului untuk membayar satu sama lain. Cuma ia yang berdiam diri. Setelah usai, ia melihat orang-orang itu bersalaman dengan enyum lebar. Mereka membuat jalinan persahabatan dengan ikhlas….
Maka di lain waktu ia juga bergantian membayar makanan dan minuman. Ternyata kegembiraan juga mengalir di hatinya ketika ia bisa ikut bercerta tertawa sambil menikmati kudapan bersama-sama. Kehangatan itu ada ketika bisa saling berbagi. (hal 179, 180) . Atau ketika Mon hendak menerapkan ajaran dari Tongki yang menyatakan bahwa jika hendak kaya maka ia harus belajar meminta, ternyata lidah dan mulutnya menyatakan bahwa “Kenapa harus meminta bila bisa memberi? Bukankah lebih terhormat memberi daripada meminta? Dan ketika ia memberi, matanya melihat bahwa orang-orang tersenyum kepadanya. Orang-orang yang menerima pemberian dengan mata sumringah dan mata berbinar. Selain itu ternyata dengan memberi ia tidak menjadi kekurangan malah manjadi kelimpahan. (hal 180-181)

Demikian salah satu hal menarik yang terdapat dalam novel ini. Terlepas dari kegagalan saya menangkap makna dari novel ini secara kekeseluruhan, saya rasa Lan Fang tampak semakin matang dalam merangkai kalimat menjadi sebuah kisah yang menarik. Kalimat-kalimatnya mengalir dengan lancar, enak dibaca dan kerap dihiasi kalimat-kalimat yang puitis dengan metafora yang mengagetkan. Selain itu Lan Fang tak jarang juga menggunakan kalimat-kalimat yang meledak-ledak terlebih ketika mengungkapkan kemarahan dari tokoh-tokohnya hingga membuat emosi pembacanya naik turun.

Gaya penulisan yang cukup keras dan tajam merupakan ciri dari buku ini. Buku ini dipenuhi imanjinasi yang luar biasa dan kadang-kadang tidak masuk akal. Sedikit mengarah ke Semi surealis. Novel ini menceritakan atau tepatnya mencurahkan ketidakpuasan manusia dalam memainkan perannya dan selalu saja merasa “kurang” dengan segala kepunyaannya. Sehingga Bulan yang serba teratur ” mau” bertukar tempat dengan fantasi.  Gaya penulisan yang keras dan liar acap membuat saya bergidik saat mengimajinasikan setiap lakon dalam benak saya.

Walaupun sebenarnya membaca novel sedikit atau lumayan membuat saya pusing , mungkin karena konsep yang sangat bagus . Terkadang konsep yang sangat bagus membawa kita pada kebuntuan dalam menerjemahkannya secara sederhana dalam rangka menyajikan ‘makanan’ yang sedap sekaligus mudah dicerna, untuk kemudian mampu menghadirkan ‘pencerahan’ bagi siapapun yang menikmatinya.  Seperti itulah yang saya rasakan setelah membaca novel ini.

Dengan bahasa yang sangat sederhana (hampir tidak ada kosa kata sulit dalam buku ini), Penulis mampu menyedot pembaca. Begitu juga gaya bahasa yang ia gunakan, alur, plot, bentuk kalimat, semua begitu sederhana. Tulisannya ringkas, efisien dan efektif! Dia tahu benar apa-apa saja yang ‘perlu’ diungkapkan dan apa yang tidak, sehingga buku ini terkesan ringkas. Kisah yang ditampilkan dalam Lelakon sesungguhnya sederhana, tidak luar biasa, dan juga tidak dramatis. Kemahiran penulislah yang membuat pembaca meneruskan sampai akhir walaupun membuat saya sedikit bimbang dengan tanggapan akan novel ini. Namun novel ini tetap sebuah novel yang menarik dan menyergap pikiran. Novel yang seperti sebuah puisi kaya makna. Novel yang didalamnya Penulis tidak memberikan sebuah jawaban, Novel yang tanpa banyak menggurui. Penulisnya tidak memberikan sebuah kesimpulan-kesimpulan tapi justru menghujamkan rentetan pertanyaan-pertanyaan , memberikan sebuah ruang yang terbuka untuk kontemplasi pembacanya. pembaca diajak untuk menyaksikan sebuah lanskap, yang merupakan representasi dari sebuah kehidupan nyata.

Ada dunia angan-angan dan ada dunia kenyataan dalam lelakon. Ada dunia tanda tanya yang tak berkesudahan. Dengan berbagai sifat manusia yang kadang begitu ekstrim tapi memang sifat demikian memang benar-benar ada. Lelakon bercerita tentang Sebuah upaya dari para tokoh-tokohnya yang ingin memeluk mimpi-mimpi. Memeluk hasratnya bahkan memeluk semua kepedihannya.

Tokoh-tokoh dalam Novel lelakon tidak hanya mempunyai makna yang tunggal, tapi lebih kepada metafora-metafora yang memendarkan berbagai tafsir bagi para pembacanya. Ada tokoh mon, yang hidup dalam kenyataan yang menghimpit. Selalu dikejar-kejar uang setoran, hingga ia selalu berhasrat “tidur nyenyak di kasur yang memberikan mimpi indah. Bangun tidur ketika matahari menghujani kehangatan dari jendela tanda tanya.

Secara menyeluruh novel ini mengarah pada pencarian jati diri para tokoh-tokohnya. Sebuah kisah yang menceritakan secara gamblang perasaan (emosional) ”jati diri” ketika diri yang sesungguhnya harus berhadapan dengan realitas yang pahit-kejam-bengis-tiada ampun. Sebuah kisah yang apa adanya membuka-mengeksplorasi-mendudah isi hati yang terdalam, yang paling benar, yang paling jujur: hati nurani.

 

 

Oleh : Nia Karina Tarigan

mahasiswa FIB unpad 2011

CSJH THE GRACE : MY PRINCESS

THEY  HAVE  QUALITY  , NOT  JUST  SOLD BEAUTIFUL  FACE !

ALMOST PERFECT ….

LINA

DANA

SUNDAY

STEPHANIE


Quote

MY FAV JAPAN GIRLS : part 1

this is the part 1 of  my  favorite girls in japan :p

 

 

KITAGAWA KEIKO

TAKEI EMI

YOSHITAKA YURIKO

TABE MIKAKO

UENO JURI

AKB48’s KOJIMA HARUNA

INOUE MAO

ARAGAKI YUI


AKB48’s TAKAHASHI MINAMI

HORIKITA MAKI

wait for next part :D

TO BE CONTINUED …..

PART 2————-

TVXQ : THE BEST EVER (part 1)

TVXQ (often stylized TVXQ or TVfXQ ), an acronym for Tong Vfang Xien Qi Korean: 동방신기; (traditional Chinese: 東方神起; simplified Chinese: 东方神起; pinyin: Dōngfāngshénqǐ; Japanese: Tōhōshinki), is a South Korean pop quintet formed under SM Entertainment in 2003. In South Korea they are known as Dong Bang Shin Ki (동방신기), often abbreviated as DBSK; they were later introduced in Japan as Tohoshinki (東方神起, Tōhōshinki) under the Avex sub-label Rhythm Zone in 2005. Their name translates as “The Rising Gods of the East”.[6][7] Initially, there were five members in TVXQ, including U-Know Yunho (leader), Max Changmin, Hero Jaejoong, Micky Yoochun, and Xiah Junsu. In 2009, Hero, Micky, and Xiah left SM Entertainment and formed another group called JYJ after filing a lawsuit against it. Due to this lawsuit, TVXQ suspended their activities for 2 years and 3 months in Korea. In early 2011, U-Know Yunho and Max Changmin re-started their music activities under the name TVXQ as a duo.

They hold the title of Asia’s Star, even until today. TVXQ are well known for their voices, dance, appearance and personality. With their large listening base and world recognized talent, Netizens named them as a ‘record breaker’. They are recognized as ‘The Kings of K-Pop and Hallyu Wave’.

In 2008, with the release of their sixteenth Japanese single, “Purple Line“, which debuted atop the Oricon single chart, TVXQ became the fifth non-Japanese Asian artist and the first male foreign group to have a number-one single on the chart. With their twenty-third single, “Dōshite Kimi o Suki ni Natte Shimattandarō?“, TVXQ set a new record, becoming the first foreign artist to have three singles debut atop the chart. In 2010, with the release of their thirtieth single, “Toki o Tomete“, TVXQ extended their record, making them the first foreign artist to have eight number-one singles on the Oricon.

In February 2010, with the release of TVXQ’s first Japanese compilation album which sold around 413,000 copies on the first week of its release, TVXQ set the record for the highest first-week sales by a foreign group, which was last set by Bon Jovi in 1995 for 379,000 copies.

In mid-2009, three of the five memebrs, Yoochun, Jaejoong, and Junsu, who were to become JYJ, filed a lawsuit against their South Korean record label, SM Entertainment, arguing that the 13-year length and structure of their exclusive contracts as well as the terms of profit distribution were unilaterally disadvantageous towards the artists and should be invalidated. The Seoul Central District Court in October 2009 ruled in favor of JYJ suspending their contract with S.M. Entertainment and granting the three members the right to independently engage in entertainment activities. JYJ continued music activities in Japan for over half a year after the filing of the injunction until their Japanese agency, Avex, announced a group hiatus in early 2010. However, their contract with Avex was later suspended due to another lawsuit against Avex.

Meanwhile, U-Know Yunho and Max Changmin, who remain under contract with SM Entertainment continued their music career under the name TVXQ, released a new album, Keep Your Head Down, in South Korea in January 5, 2011 and their single “Why? (Keep Your Head Down)” was released by Avex Trax in Japan on January 26, 2011. Their new Japanese single “Superstar” will be released on July 20, 2011.

2003–2005: Debut

Before their debut, the group was offered three tentative names: O Jang Yukbu (오장육부 lit. The Five Visceras), Jeonseoleul Meokgo Saneun Gorae (전설을 먹고 사는 고래 lit. A Whale That Eats Legends), and Dong Bang Bul Pae (동방불패, the Korean title of Ashes of Time). They decided on Dong Bang Bul Pae; however, the name was rejected because the Hanja was not aesthetically pleasing, and the name was changed to Dong Bang Shin Gi, which was named by Lee Soo Man‘s acquaintance.

TVXQ made their debut on December 26, 2003 during a BoA and Britney Spears showcase, where they performed their debut single “Hug” and an a cappella rendition of “O Holy Night” with BoA.[9][10] The group released their debut single “Hug” on January 14, 2004; it peaked at #4 on the monthly charts and sold a total of 169,532 copies, making it the fourteenth best-selling record of the year. Their second single, “The Way U Are” (July 2004), debuted at #2 spot on the charts, becoming the ninth best-selling-record of the year, selling 214,069 copies.[12][13] TVXQ released their debut album, Tri-Angle (October 2004). Tri-angle debuted atop the charts and sold a total of 242,580 copies, making it the year’s eighth best-selling record.

In April 2005, TVXQ debuted in Japan under the Avex sub-label Rhythm Zone with the single “Stay with Me Tonight”.[14] They released their second Japanese single, “Somebody to Love”, before returning to Korea and releasing their second Korean album Rising Sun. Rising Sun debuted atop the charts and became the fourth best-selling-record of 2005 with a total of 222,472 copies sold.[15] TVXQ ended the year with two releases: their third Japanese single, “My Destiny”, and a Korean single with label-mate Super Junior, Show Me Your Love. The latter debuted atop the charts and sold 49,945 copies, making it the thirty-fifth best-selling record of the year.[15][16] At the end of the year, TVXQ received the Best Music Video award for the song “Rising Sun” and the People’s Choice Award at the 2005 Mnet KM Music Video Festival

2006–2007: Foray into Asia

TVXQ began 2006 with their first international tour, “Rising Sun 1st Asia Tour“. In addition to South Korea, they toured in China, Thailand, and Malaysia, making them the first Korean performers to hold a concert in Malaysia.[2] In March, the group released their fourth Japanese single, “Asu wa Kuru Kara” (明日は来るから, lit. Because Tomorrow Will Come?), and their debut Japanese album, Heart, Mind and Soul. The album debuted on the weekly Oricon album chart at #25 with 9,554 copies sold. Their fifth Japanese single, “Rising Sun/Heart, Mind and Soul”, released a month later, debuted on the Oricon singles chart at #22. To support the album, TVXQ held their first Japanese tour, 1st Live Tour 2006: Heart, Mind and Soul, from May to June. TVXQ released two more Japanese singles, “Begin” and “Sky”. The latter debuted at #6, making it the group’s first single to reach the Top Ten. In the summer, TVXQ performed in Avex’s annual A-Nation summer concert.

The group resumed their Korean activities with the release of their third album, “O”-Jung.Ban.Hap. (“O”-正.反.合.)[fn 2] in September 2006. Like their previous Korean albums, “O”-Jung.Ban.Hap. debuted atop the charts; with a total of 349,317 copies sold, it became the number-one record of the year.Two months after “O”-Jung.Ban.Hap, the group released another Japanese single, “Miss You/”O” – Sei-Han-Gō” (miss you/”O”‐正・反・合, lit. Miss You/”O” – Thesis-Antithesis-Synthesis?), which debuted on the chart at #3, making it their first Top Five single.At the 2006 MKMF Music Festival, TVXQ won four awards, “Best Artist of the Year”, “Best Group”, “Mnet.com” and “Mnet Plus Mobile People’s Choice Award”.At the 16th Music Seoul Festival, TVXQ won three awards including a “Daesang” award. The group won another “Daesang” award at the 21st Golden Disk Awards 2006, in addition to a “Bonsang”. At the SBS Gayo Awards 2006, TVXQ won another “Daesang” and “Bonsang” award.

TVXQ began 2007 with a new Japanese single, “Step By Step”, which was followed by their second Asian tour, The 2nd Asia Tour Concert ‘O’. The tour took place in Seoul, Taipei, Bangkok, Kuala Lumpur, Shanghai and Beijing.[34] In March, the group released their tenth Japanese single, “Choosey Lover”, and their second Japanese album, Five in the Black. Both debuted in the Top 10 of their respective charts, the former at #9 and the latter at #10. In May, the group attended the 2007 MTV Video Music Awards Japan and won the “Best Buzz Asia in Korea” award for their album “O”-Jung.Ban.Hap.[36] From June to December 2007, the group released a string of five singles: “Lovin’ You“, “Summer: Summer Dream/Song for You/Love in the Ice“, “Shine / Ride On“, “Forever Love” and “Together“. “Summer: Summer Dream/Song for You/Love in the Ice” reached #2 on the Oricon, making it the group’s highest-charting Japanese single to that point. TVXQ also collaborated with label-mate Kumi Koda for her thirty-eighth single, “Last Angel“, which was used as the theme song for the Japanese release of Resident Evil: Extinction.

2008–2009: Commercial success

TVXQ performing at SM Town Live in Bangkok

TVXQ released their sixteenth Japanese single, “Purple Line“, on January 16, 2008. It debuted atop the Oricon, becoming the group’s first number-one in Japan and making them the first foreign male group to have a number-one single in Japan. They then released their third Japanese album, T, which debuted at #4 on the Oricon Weekly album chart.TVXQ’s label Rhythm Zone, announced the “Trick” project where five singles would be released consecutively for six weeks, from February to March and each single would contain a solo track by a member. The group released their twenty-second single, “Beautiful You / Sennen Koi Uta” in April. The single became another number-one for the group and made them the first non-Japanese Asians with two number-one singles since Ou-Yang Fei Fei set the record 24 years before. They returned to Korea to participate in the 14th Annual Dream Concert at the Olympic Stadium in Seoul on June 7. On June 12, TVXQ concluded their Asia Tour in Beijing which had begun on February 23, 2007 in Seoul.[34] TVXQ returned to Japan and released their twenty-third single, “Dōshite Kimi o Suki ni Natte Shimattandarō?” The single topped the chart, making TVXQ the first foreign artists to have three number-one singles on the Oricon. They performed at Avex’s 20th anniversary meeting and at A-Nation ’08. In August, TVXQ returned to Korea once again to take part in SMTown Live ’08. They performed alongside label-mates BoA, Cheon Sang Ji Hee the Grace, Zhang Liyin, Girls’ Generation, SHINee and Super Junior.

The group’s fourth Korean album, Mirotic, was slated to be released on September 24 but due to the large number of pre-orders was pushed back two days.Like their previous Korean album, Mirotic debuted atop the charts with 307,974 copies sold.[50][51] In early January 2009, the album’s sales totaled 502,837 copies, making it the first Korean album in six years to pass the 500,000 mark. In October, TVXQ released “Jumon: Mirotic“, the Japanese version of Mirotic’s title track. The single topped the Oricon chart, breaking the record that the group had set with their previous single.TVXQ attended the prestigious Kōhaku Uta Gassen Music Festival on New Year’s Eve, making them the first Korean group to attend. The honor of performing on Kohaku is strictly by invitation, so only the most successful J-POP artists and enka singers can perform. Even today, a performance on Kohaku is said to be a big highlight in a singer’s career because of the show’s large reach.

Their twenty-fifth single “Bolero/Kiss the Baby Sky/Wasurenaide“, released in January 2009, became another number-one for the group. In March, TVXQ released their twenty-sixth single “Survivor” which debuted at #3 on the charts subsequently ending their number-one streak. “Survivor” was followed by their fourth Japanese album, The Secret Code, which debuted at #2 on the charts.To support the album they embarked on their fourth concert tour, Tohoshinki 4th Live Tour 2009: The Secret Code, which ended at the Tokyo Dome, making them the first Korean group to perform there.

On April 22, 2009, they released their twenty-seventh single “Share the World/We Are!“. The single debuted atop the charts, extending their Oricon record. Their twenty-eighth single, “Stand by U“, was released on July 1, 2009 and debuted at #2 on the charts.

The group’s live DVD titled “4th Live Tour 2009 – The Secret Code – Final in Tokyo Dome” was released on September 30. According to the 10/12 Oricon DVD Ranking, it sold more than 171,000 copies, their personal best for sales in this category. In addition, this is the first time in twenty years for a non-Japanese Asian artist to get first place in the DVD rankings, exceeding previous foreign artists who have attained this ranking included The Beatles‘ “The Beatles Anthology (Special Price Edition Edition)” which was released in March 2003 and Led Zeppelin‘s “Led Zeppelin DVD”, which was released in June 2003 and have held that position for foreign artist getting first for 6 years and 3 months since. Also, based on the sale numbers of their DVD, they broke their personal record by pre-selling 107,000 copies. Their previous records include their 3rd Live Tour 2008 – T which was released in August 2008 and was last recorded as having sold 112,000 copies, and All About DBSK Season 3 which sold 66,000 copies so far. This time, their DVD sold more than twice that amount with a total sales of 171,000 copies and broke the record for the highest initial sales for foreign artist.

2010: Suspended activities, lawsuit and comebacks

See also: JYJ

TVXQ started out the year with their twenty-ninth single, “Break Out!“, released on January 27, 2010, which created a new record for the group. The single topped the Oricon, selling 256,000 copies in its first week and breaking Elton John‘s record for the highest first week sales for a foreign artist, which had lasted for 14 years and 8 months.In February, the group was chosen to sing the opening song “With All My Heart -君が踊る、夏-” for the Japanese movie “君が踊る、夏 / Kimi ga Odoru, Natsu”, which hit the screens in September 2010. On March 24, 2010, TVXQ released a new single called “Toki o Tomete“.

Despite continuing Japanese activities as TVXQ for over half a year after the three members (Jaejoong, Yoochun and Junsu) of TVXQ filed and won their injunction against S.M. Entertainment, on April 3, 2010, Avex announced the cessation of TVXQ’s Japanese activities and that it would focus on helping each member with their solo activities.[69] Avex later announced in early May 2010 that the three members of TVXQ (Jaejoong, Yoochun and Junsu) would appear as a new group in the Thanksgiving Live in Dome concert in Japan. The three-member group was promoted in Japan as JYJ. The group performed two rounds of lives, their four-day Thanksgiving Live in Dome concerts in June and performances at A-Nation in August. The group’s debut release, the EP The…, was released in September 2010, and debuted at No. 1 on Oricon albums charts. The DVD for their Thanksgiving Live in Dome concert sold 116,000 copies and their album The… sold 140,000 albums in the first week after being released, with both debuting at No. 1 on the Oricon DVD and album charts in the same week.

In September 2010, Avex Entertainment announce the suspension of all of JYJ’s Japanese activities. Avex claims this stemmed from problems with JYJ’s Korean management agency, C-JES Entertainment, while JYJ maintains it was a punitive act on the part of Avex when JYJ refused to accept new terms in contract renegotiation. Throughout October and November 2010, JYJ embarked on a world tour with showcases in South Korea, Southeast Asia and the United States promoting their English-language global debut album, The Beginning. Released on October 12, the album was led by the Kanye West-produced single “Ayyy Girl”.

On November 23, 2010, SM Entertainment announced that TVXQ would be returning by now as a duo consisting of U-Know Yunho and Max Changmin and have their comeback in Korea in early 2011. On November 24, 2010, Avex Entertainment, as well as SM Entertainment Japan, released a statement about the renewal of contracts of SM artists signed to Avex, also stating that TVXQ will continue as a duo under Avex Trax. The TVXQ’s newest album (5th Korean album life-time, 1st Korean album as duo), Keep Your Head Down, was released in South Korea on January 5, 2011, ranked at No. 1 on the Gaon Chart in the first two weeks being released. In mid-year of 2011, Gaon Chart expelled a manuscript sales figures of 2011 half-year chart, and the results showed that TVXQ’s album Keep Your Head Down sold 230,922 copies from January to June 2011, ranked at No. 1 and was the only album sold over 200,000.[78] [79] The Repackage of Keep Your Head Down was also ranked at No. 9 on the same chart. Their Japanese single “Why? (Keep Your Head Down)” was released by Avex Trax in Japan on January 26, 2011, which sold 231,000 copies in the first week being released, ranked at No. 1 on the Oricon single chart.

Music style

TVXQ’s music style, in Korea they do hip hop, R&B, electronica, Acapella Ballad, K-pop. In Japan, the music what they are known for is, Dance, electronica, R&B. Their song Mirotic is a heavy-urban dance song with other genres like electropop and synthpop.[81][82][83] Their first and second Korean albums have included Rap rock. The main rappers in TVXQ are U-Know Yunho and Micky Yoochun, and Hero Jaejoong also rapped in the song Wrong Number. They have done two rap rock songs with Korean rock band The TRAX. The Korean album Mirotic had genres of electronic, dance, ballad and had more heavy urban songs and less ballads from other albums, R&B songs had elements of dance-pop.

Lyrics and Composition

Although the composition and writing of songs were handled by staff in their early years, TVXQ gradually began to produce their own compositions and lyrics. On their second Korean album, Rising Sun, Micky, U-Know, and Xiah wrote the rap lyrics to “Love After Love”. For the third Korean album, “O”-Jung.Ban.Hap., Micky wrote the English rap lyrics to “Phantom Hwanyeong” and Xiah wrote and composed “Nae Gyeote Sumsiur Su Ittdamyeon (White Lie)” (네 곁에 숨쉴 수 있다면). For their second Asia tour concert “O”, U-know wrote and composed for his solo, “Spokesman” (feat. Donghae from Super Junior). Their fourth Korean album, Mirotic, saw an increase in the members’ participation: Hero wrote and composed Saranga Uljima (Don’t Cry My Lover) (사랑아 울지마), Max wrote the Korean lyrics for “Love in the Ice”, Micky wrote and composed Sarang Annyeong Sarang (Love Bye Love) (사랑 안녕 사랑), and Xiah wrote Noeur Baraboda (Picture of You) (노을..바라보다). For their third Asia tour concert “Mirotic”, U-know wrote and composed for his solo, “Checkmate”.

For their third Japanese album, T, Micky wrote “Kiss Shita Mama, Sayonara” (Kissしたまま、さよなら, lit. As We Kiss, Goodbye?) and co-composed the song with Hero.[86] Micky also wrote the lyrics for his solo, “My Girlfriend”, for the second single in the Trick project, Runaway/My Girlfriend.[87] Xiah composed his solo track, “Rainy Night”, for the third single in the Trick project. Hero wrote and co-composed “Wasurenaide” (忘れないで, lit. Don’t Forget?) and Micky wrote and composed “Kiss the Baby Sky”. Both songs were included on their twenty-fifth single, “Bolero/Kiss the Baby Sky/Wasurenaide”, as the last two A-sides. The songs later appeared on their fourth Japanese album, The Secret Code, along with the song “9095”, which was composed by Hero.

For their 5th Korean album Keep Your Head Down [2011], the song 고백(Confession) is a ballad that Max wrote the lyric for and performed solo.

Awards and achievements

TVXQ’s fan club Cassiopeia at the 14th Annual Dream Concert
Main article: List of awards received by TVXQ

In 2008, TVXQ made it in the Guinness World Records for having the world’s largest official fan club. Cassiopeia, the band’s official fan club, is claimed to have more than 800,000 official members just in South Korea, more than 200,000 official members in Japan (BigEast) and more than 200,000 international fans (iCassies). They also made the Guinness World Records a second time in 2009. Aside from having the world’s largest fan club, the group was also listed as the most photographed celebrities in the world. From the day of their debut to March 19, 2009, the five members are estimated to have been photographed about 500 million times in magazines, albums jackets, and commercials, etc. The total figure includes individual photos as well as group pictures.

Concerts and tours

Asia tours

  • 2006: Rising Sun 1st Asia Tour
  • 2007-2008: The 2nd Asia Tour ‘O’
  • 2009: The 3rd Asia Tour Mirotic
Japan Nationwide tours

  • 2006: 1st Live Tour 2006: Heart, Mind and Soul
  • 2007: Tohoshinki 2nd Live Tour 2007: Five in the Black
  • 2008: Tohoshinki 3rd Live Tour 2008: T
  • 2009: Tohoshinki 4th Live Tour 2009: The Secret Code

References

  1. ^ a b “TVXQ! New Models for Lotte Duty Free Shop”. KBS Gobal. September 19, 2008. http://english.kbs.co.kr/entertainment/news/1546839_11858.html. Retrieved September 19, 2008.
  2. ^ a b Li Ee, Kee (July 18, 2006). “Fantastic Five”. The Star Online eCentral – Malaysia Entertainment. http://www.star-ecentral.com/news/story.asp?file=/2006/7/18/music/14861880&sec=music. Retrieved February 23, 2007.
  3. ^ “Korean Idol Pop Group’s New Album Gains Massive Fan Base Even Before Its Release: Chart”. The Korean Culture and Information Service (KOIS). September 20, 2008. http://www.korea.net/News/News/NewsView.asp?serial_no=20080120002. Retrieved February 19, 2009.
  4. ^ “TVXQ, Dong Bang Shin Ki work”. Korea Sparkling. August 12, 2007. http://asiaenglish.visitkorea.or.kr/ena/HA/HA_EN_7_7_3.jsp. Retrieved January 2, 2010.
  5. ^ a b c d Kim, Hyung-eun (December 16, 2008). “Teen tunes get the rap from censoring body”. JoongAng Ilbo. http://joongangdaily.joins.com/article/view.asp?aid=2898642. Retrieved February 9, 2009.
  6. ^ “The Rising Gods of the East Are Back”. ShenYuePop. http://shenyuepop.com/2008/09/21/the-rising-gods-of-the-east-are-back/. Retrieved 2010-01-02.
  7. ^ “Korean boy-band TVXQ finds motherly love in Asia”. Reuters. October 10, 2007. http://www.reuters.com/article/lifestyleMolt/idUSSEO16326720071030?pageNumber=1. Retrieved November 19, 2007.
  8. ^ (Korean) “TVXQ “O Jang Yukbu” The Original Group”. April 23, 2007. http://www.donga.com/fbin/output?n=200704230239. Retrieved January 13, 2008.
  9. ^ (Korean) “TVXQ Reminiscences- 5 Years Ago…”. December 29, 2008. http://www.asiae.co.kr/uhtml/read.php?idxno=2008122719584101689. Retrieved January 31, 2009.
  10. ^ (Korean) “TVXQ singers of the popular nuclear blast”. May 13, 2004. http://m-talk.inews24.com/php/news_view_mtalk.php?g_menu=380600&g_serial=114236. Retrieved February 11, 2009.
  11. ^ (Korean) “April 2004 Korean Chart”. Music Industry Association of Korea. Archived from the original on August 3, 2008. http://web.archive.org/web/20080803162353/http://www.miak.or.kr/stat/kpop_200404.htm. Retrieved January 31, 2009.
  12. ^ a b c (Korean) “2004 Year End Sales”. Music Industry Association of Korea. Archived from the original on August 1, 2008. http://web.archive.org/web/20080801080645/http://www.miak.or.kr/stat/kpop_2004.htm. Retrieved January 31, 2009.
  13. ^ (Korean) “July 2004 Korean Chart”. Music Industry Association of Korea. http://www.miak.or.kr/stat/kpop_200406.htm. Retrieved January 31, 2009. [dead link]
  14. ^ “TVXQ to Release Single in Japan”. KBS. http://english.kbs.co.kr/entertainment/news/1349889_11858.html. Retrieved August 10, 2007.
  15. ^ a b (Korean) “2005 Year End Chart”. Music Industry Association of Korea. Archived from the original on September 27, 2007. http://web.archive.org/web/20070927033014/http://miak.or.kr/stat/kpop_2005.htm. Retrieved February 2, 2008.
  16. ^ (Korean) “December 2005 Sales”. Music Industry Association of Korea. Archived from the original on May 7, 2008. http://web.archive.org/web/20080507163519/http://www.miak.or.kr/stat/kpop_200512.htm. Retrieved February 2, 2008.
  17. ^ “TVXQ wins 2005 Music Video Festival Award”. KBS. http://english.kbs.co.kr/entertainment/news/1370433_11858.html. Retrieved August 10, 2007.
  18. ^ (Japanese) “Heart, Mind and Soul chart position”. Oricon. http://www.oricon.co.jp/search/result.php?kbn=ja&types=rnk&year=2006&month=3&week=5&submit5.x=27&submit5.y=15. Retrieved February 6, 2009.
  19. ^ (Japanese) “Rising Sun/Heart, Mind and Soul chart position”. Oricon. http://www.oricon.co.jp/search/result.php?kbn=js&types=rnk&year=2006&month=4&week=5&submit4.x=20&submit4.y=18. Retrieved February 6, 2009.
  20. ^ (Japanese) “Dominate Asia, TVXQ live in Yokohama”. Oricon. May 28, 2006. http://www.oricon.co.jp/news/todays/22878/. Retrieved February 6, 2009.
  21. ^ (Japanese) “Begin’s chart position”. Oricon. http://www.oricon.co.jp/search/result.php?kbn=js&types=rnk&year=2006&month=6&week=5&submit4.x=33&submit4.y=3. Retrieved February 6, 2009.
  22. ^ “TVXQ Tops Asian Groups on Oricon Chart”. KBS Gobal. http://english.kbs.co.kr/entertainment/news/1411857_11858.html. Retrieved August 10, 2007.
  23. ^ (Japanese) “TVXQ, the group’s first single in Asia Top 10!”. Oricon. http://www.oricon.co.jp/news/ranking/32101/. Retrieved February 6, 2009.
  24. ^ (Japanese) “TVXQ’s Yunho sad… A-Nation could not cast”. Barks. August 25, 2006. http://www.barks.jp/news/?id=1000026377. Retrieved February 6, 2009.
  25. ^ (Korean) “TVXQ,… Another startup sound”. Sports Hankooki. October 10, 2006. http://sports.hankooki.com/lpage/music/200610/sp2006101007014758550.htm. Retrieved February 7, 2009.
  26. ^ (Korean) “September 2006 sales”. Music Industry Recording of Korea. http://www.miak.or.kr/stat/Kpop_200609.htm. Retrieved February 6, 2009. [dead link]
  27. ^ (Korean) “2006 Year End Sales”. Music Industry Recording of Korea. http://www.miak.or.kr/stat/kpop_2006.htm. Retrieved February 6, 2009. [dead link]
  28. ^ (Japanese) “Miss You/”O” – Sei-Han-Gō chart position”. Oricon. http://www.oricon.co.jp/search/result.php?kbn=js&types=rnk&year=2006&month=11&week=3&submit4.x=32&submit4.y=20. Retrieved February 6, 2009.
  29. ^ “TVXQ Wins 4 MKMF Awards”. KBS Global. November 27, 2006. http://english.kbs.co.kr/entertainment/news/1427214_11858.html. Retrieved November 29, 2006.
  30. ^ (Korean) Lee, Kyung-Ran (December 15, 2006). “TVXQ Spends Wild Night in Celebration”. Daum. Archived from the original on December 23, 2007. http://web.archive.org/web/20071223023811/http://news.media.daum.net/entertain/broadcast/200612/15/jes/v15064939.html. Retrieved February 16, 2007.
  31. ^ (Korean) “Welcome to the 2006 Golden Disk Homepage”. Joins. Archived from the original on January 25, 2007. http://web.archive.org/web/20070125104322/http://isplus.joins.com/goldendisk/2006/award_2006.html. Retrieved February 16, 2007.
  32. ^ (Korean) “(Total) TVXQ sweeping gayosang 4 medals achieve “SBS Gayo War” America decoration”. Newsen. http://www.newsen.com/news_view.php?uid=200611240940131001. Retrieved February 16, 2007.
  33. ^ (Korean) “TVXQ Changmin’s 20th birthday, the concert sold out”. Newsen. February 23, 2007. http://www.newsen.com/news_view.php?uid=200702231345211002. Retrieved February 6, 2009.
  34. ^ a b “TVXQ Attracts 390,000 Fans During Asia Tour”. KBS Global. http://english.kbs.co.kr/mcontents/entertainment/1529555_11692.html. Retrieved June 16, 2008.
  35. ^ (Japanese) “Choosey Lover chart position”. Oricon. http://www.oricon.co.jp/search/result.php?kbn=js&types=rnk&year=2007&month=3&week=3&submit4.x=12&submit4.y=5. Retrieved February 6, 2009.
  36. ^ (Korean) “TVXQ MTV Video Music Awards Japan, South Korea achievement award”. Newsen. May 27, 2007. http://www.newsen.com/news_view.php?uid=200705270803421001. Retrieved February 6, 2009.
  37. ^ “Kumi Koda collaborates with TVXQ”. Tokyograph. September 24, 2007. http://www.tokyograph.com/news/id-1774. Retrieved February 6, 2009.
  38. ^ (Korean) “TVXQ on Oricon Weekly 1 Asia – The First Male Singer”. Newsen. January 22, 2008. http://www.newsen.com/news_view.php?news_uid=200237&code=100200. Retrieved December 2, 2008.
  39. ^ “Charts: Zard returns, Radwimps arrive”. Tokyograph. January 30, 2008. http://www.tokyograph.com/news/id-2480. Retrieved February 7, 2009.
  40. ^ (Japanese) “Planning decision Trick single releases linked Collectibles!”. Avex Group. February 4, 2008. http://toho-jp.net/info/. Retrieved February 7, 2009.
  41. ^ (Korean) “TVXQ members will show off individual skills”. Newsen. February 13, 2008. http://www.newsen.com/news_view.php?uid=200802130848021002. Retrieved February 7, 2009.
  42. ^ (Japanese) “TVXQ, breaks record set 24 years ago”. Oricon. April 29, 2008. http://www.oricon.co.jp/news/rankmusic/54161/full/. Retrieved May 15, 2008.
  43. ^ “TVXQ Tops Japanese Oricon Chart”. KBS. http://english.kbs.co.kr/mcontents/entertainment/1521713_11692.html. Retrieved May 15, 2008.
  44. ^ (Korean) “Jewelry, ET Unique Martial Arts, Dance, Dance In Public”. Star News. June 7, 2008. http://star.moneytoday.co.kr/view/stview.php?no=2008060710040918427&type=1. Retrieved February 7, 2009.
  45. ^ (Japanese) “Successive foreign artists, TVXQ comes first”. Oricon. July 22, 2008. http://www.oricon.co.jp/news/rankmusic/56557/. Retrieved July 22, 2008.
  46. ^ “TVXQ Performs at Avex’s 20th Anniv. General Meeting of Stockholders”. KBS Global. July 9, 2008. http://english.kbs.co.kr/entertainment/news/1531340_11858.html. Retrieved June 26, 2008.
  47. ^ “Maki Goto confirmed for a-nation”. Tokyograph. July 9, 2008. http://www.tokyograph.com/news/id-3487. Retrieved January 4, 2009.
  48. ^ “Concerts to Rock Independence Day”. The Korea Times. Han, Sang-hee. August 10, 2008. http://www.koreatimes.co.kr/www/news/art/2008/12/143_29078.html. Retrieved February 7, 2009.
  49. ^ (Korean) “TVXQ comeback explosive reaction “11 best sales record since 2000″”. Review Star. September 18, 2008. http://web.reviewstar.net/web_200806/view.php?id=106329&code=1020. Retrieved September 18, 2008.
  50. ^ (Korean) “TVXQ’s 4th Studio Album ‘Mirotic’ Simply Irresistible”. KBS Global. September 28, 2008. http://web.reviewstar.net/web_200806/view.php?id=106329&code=1020. Retrieved September 28, 2008.
  51. ^ (Korean) “September 2009 Korean Chart”. Music Industry Association of Korea. http://www.miak.or.kr/stat/kpop_200809.htm. Retrieved February 7, 2009. [dead link]
  52. ^ (Korean) “TVXQ’s Mirotic surpasses 500,000 mark”. Newsen. January 8, 2009. http://www.newsen.com/news_view.php?uid=200901080836191002. Retrieved February 7, 2009.
  53. ^ “TVXQ 4th Album Sells 5-Year-High 500,000 Copies”. KBS Global. January 9, 2008. http://english.kbs.co.kr/entertainment/news/1564539_28572.html. Retrieved January 9, 2008.
  54. ^ (Japanese) “TVXQ, 2008, their fourth number-one single!”. Oricon. October 21, 2008. http://www.oricon.co.jp/news/confidence/59210/full/. Retrieved October 21, 2008.
  55. ^ “TVXQ! Sets Record on Oricon Charts”. KBS Global. October 23, 2008. http://english.kbs.co.kr/mcontents/entertainment/1552171_11692.html. Retrieved October 23, 2008.
  56. ^ (Korean) “TVXQ performance at Japan’s 2008 festival”. Newsen. December 5, 2008. http://newsen.com/news_view.php?uid=200812051036281002. Retrieved December 5, 2008.
  57. ^ (Japanese) “TVXQ, won first place in four consecutive singles”. Oricon. January 27, 2009. http://www.oricon.co.jp/news/rankmusic/62483/full/. Retrieved February 7, 2009.
  58. ^ (Korean) “TVXQ on Oricon Weekly 1, the first foreign artist record five consecutive No. 1”. Newsen. January 28, 2009. http://www.newsen.com/news_view.php?uid=200901271256231001. Retrieved February 7, 2009.
  59. ^ (Japanese) “KAT-TUN, 1st Single from 10 consecutive No. 1 single”. Oricon. March 17, 2009. http://www.oricon.co.jp/news/rankmusic/64174/full/. Retrieved March 23, 2009.
  60. ^ (Japanese) “Unprecedented! Hamasaki Ayumi Has Attained a Number-One for Eleven Years Straight Since Her Debut!”. Oricon. March 31, 2009. http://www.oricon.co.jp/news/rankmusic/64689/full/. Retrieved April 3, 2009.
  61. ^ (Japanese) “東方神起の『ONE PIECE』主題、有線リクエスト第1位”. 2009-04-16. http://www.barks.jp/news/?id=1000048705. Retrieved July 13, 2009.
  62. ^ “TVXQ Performs at Tokyo Dome”. The Korea Times. July 7, 2009. http://www.koreatimes.co.kr/www/news/art/2009/07/135_47979.html. Retrieved July 7, 2009.
  63. ^ (Japanese) “つるの剛士、カバーアルバムで首位、男性ソロ史上3人目の快挙!”. Oricon. April 28, 2009. http://www.oricon.co.jp/news/confidence/65649/full/. Retrieved April 28, 2009.
  64. ^ (Japanese)“東方神起、過去20年間でアジアアーティスト初の映像音楽作品1位に”. Oricon. October 7, 2009. http://www.oricon.co.jp/news/rankmusic/69623/full/. Retrieved February 10, 2010.
  65. ^ (Japanese) “東方神起、海外アーティスト初のシングル初動20万枚突破、12年ぶり記録更新”. Oricon. February 2, 2009. http://www.oricon.co.jp/news/rankmusic/72994/full/. Retrieved February 2, 2010.
  66. ^ “Charts: TVXQ sets new record”. TokyoGraph. February 3, 2010. http://www.tokyograph.com/news/id-5758. Retrieved February 5, 2010.
  67. ^ (Japanese)“東方神起、よさこい映画『君が踊る、夏』で主題歌に決定”. Oricon. February 8, 2010. http://www.oricon.co.jp/news/confidence/73177/full/. Retrieved February 9, 2010.
  68. ^ “東方神起-リリース-ORICON STYLE ミュージック”. http://www.oricon.co.jp/music/release/d/862647/1/. Retrieved 2010-03-28.
  69. ^ “東方神起の活動休止を発表…今後はソロ活動へ” (in Japanese). Sankei Shimbun. Sanspo. 2010-04-03. http://www.sanspo.com/geino/news/100403/gnj1004031822017-n1.htm. Retrieved 2010-04-03.
  70. ^ a b “ジュンス、ジェジュン、ユチョンによる新ユニット結成!” (in Japanese). Rhythm Zone. 14 April 2010. http://rhythmzone.net/jyj/news/. Retrieved 10 October 2010.
  71. ^ “「JUNSU/JEJUNG/YUCHUN」「a-nation’10 powered by ウイダーinゼリー」出演決定!!” (in Japanese). Rhythm Zone. 28 May 2010. http://rhythmzone.net/jyj/news/. Retrieved 10 October 2010.
  72. ^ “東方神起新ユニット、デビュー作が初日首位” (in Japanese). Oricon. 2010-09-09. http://www.oricon.co.jp/news/rankmusic/79898/. Retrieved 2010-10-10.
  73. ^ “東方神起・新ユニット、海外アーティスト史上初のアルバム&DVD2冠” (in Japanese). Oricon. 2010-09-14. http://www.oricon.co.jp/news/rankmusic/80059/. Retrieved 2010-10-11.
  74. ^ “JYJ Announces “The Beginning””. Music Releases. 30 September 2010. http://www.mi2n.com/press.php3?press_nb=134469. Retrieved 10 October 2010.
  75. ^ “동방신기, 2011년부터 2인조 체제 활동 “미래 가능성..” [TVXQ to comeback in 2011, “future possibilities…”]”. Nate News. Newsen. November 23, 2010. http://news.nate.com/view/20101123n05064. Retrieved November 23, 2010.
  76. ^ “S.M.ENTERTAINMENT JAPAN Inc.とavex group との提携について” (in Japanese) (PDF). Avex Group. November 24, 2010. http://www.avex.co.jp/html/upload_file/top_01/7860_2010112416081903_P01_.pdf. Retrieved January 29, 2011.
  77. ^ “Gaon Chart” (in Korean). http://www.gaonchart.co.kr/main/section/album/list.gaon.
  78. ^ “Gaon Chart: 2011 first half-year album sale chart” (in Korean). http://www.gaonchart.co.kr/main/section/total/other.list.gaon?chartGbn=ALBUM.
  79. ^ “동방신기 상반기 음반제왕 ‘20만장 이상 판매’ 기염” (in Korean). NewsEn. 2011-04-28. http://www.newsen.com/news_view.php?uid=201104281030421002. Retrieved 2011-07-03.
  80. ^ “東方神起、日本オリコン週間シングルチャートで首位に” (in Japanese). Oricon. 2011-02-01. http://japanese.joins.com/article/156/137156.html?servcode=700&sectcode=720. Retrieved 2011-07-03.
  81. ^ (Japanese) “TVXQ, Which Member is Most Pure…?!”. Oricon. http://www.oricon.co.jp/music/interview/070919_02.html. Retrieved March 7, 2009.
  82. ^ (Japanese) “TVXQ, Trying the Dance Number That Fits in the Winter!!”. Oricon. http://www.oricon.co.jp/music/interview/061108_03.html. Retrieved March 7, 2009.
  83. ^ (Japanese) “TVXQ, To Become USJ Asia Goodwi-ll Ambassadors”. Variety Japan. http://www.varietyjapan.com/news/showbiz/u3eqp3000003hfjz.html. Retrieved March 7, 2009.
  84. ^ (Korean) “TVXQ, official Korean website album info page”. Iple. http://tvxq.iple.com/pages/ab/version03/albuminfo.sm. Retrieved February 10, 2009.
  85. ^ (Korean) “Hero-Micky “Shows off musical skills””. ETO. November 10, 2008. http://www.eto.co.kr/?Code=20081110090828303. Retrieved March 9, 2009.
  86. ^ (Japanese) “TVXQ’s latest album has grown in a lot of ways!”. Oricon. January 23, 2008. http://www.oricon.co.jp/music/interview/080123_02_int.html. Retrieved February 10, 2009.
  87. ^ (Japanese) “Runaway/My Girlfriend (YUCHUN from TVXQ)”. Yahoo! Music Japan. http://music.yahoo.co.jp/shop/c/10/rzcd45858. Retrieved February 10, 2009.
  88. ^ (Japanese) “If…!?/Rainy Night (JUNSU from TVXQ)”. Yahoo! Music Japan. http://music.yahoo.co.jp/shop/c/10/rzcd45859. Retrieved February 10, 2009.
  89. ^ (Japanese) “TVXQ, movie – Subaru – recording new album’s theme”. Barks. January 22, 2009. http://www.barks.jp/news/?id=1000046477. Retrieved February 10, 2009.
  90. ^ (Korean) “TVXQ, Japan 25th Single ‘Bolero’ released on the 29th”. Joins!. January 29, 2009. http://article.joins.com/article/article.asp?total_id=3473145. Retrieved February 10, 2009.
  91. ^ (Japanese) “東方神起『ヒット曲も収録した濃密で強力なロックアルバム!』”. Oricon. April 1, 2009. http://www.oricon.co.jp/music/interview/090401_01_06.html#close. Retrieved June 26, 2009.
  92. ^ (Korean) “SM application for injunction on hazardous youth ruling”. KBS. December 2, 2008. http://news.kbs.co.kr/news.php?kind=c&id=1680203. Retrieved December 10, 2008.
  93. ^ (Korean) “SM, next week, ‘order’ application for injunction remains suspended effective decision”. Money Today. December 6, 2008. http://star.moneytoday.co.kr/view/stview.php?no=2008120615161678998&type=1&SBV1. Retrieved December 10, 2008.
  94. ^ Kim, Rahn (April 1, 2009). “Court Rules TVXQ Album Not Harmful to Youth”. Korea Times. http://www.koreatimes.co.kr/www/news/nation/2009/04/117_42389.html. Retrieved April 1, 2009.
  95. ^ Bae, Ji-sook (April 9, 2009). “Government Appeals to Define TVXQ’s Song ‘Lewd'”. Korea Times. https://www.koreatimes.co.kr/www/news/nation/2009/04/117_42908.html. Retrieved April 10, 2009.
  96. ^ “TVXQ Feuds With SM Entertainment”. The Korea Time. August 2, 2009. http://www.koreatimes.co.kr/www/news/special/2009/08/178_49459.html. Retrieved August 3, 2009.
  97. ^ “Is TVXQ Headed for Breakup?”. KBS World. August 3, 2009. http://world.kbs.co.kr/english/entertainment/enter_chart_detail.htm?No=10167. Retrieved August 3, 2009.
  98. ^ “TVXQ to Stick Together Despite Legal Dispute”. The Korea Times. August 3, 2009. http://www.koreatimes.co.kr/www/news/special/2009/08/178_49540.html. Retrieved August 3, 2009.
  99. ^ Yahoo.co.kr. Retrieved August 26, 2009
  100. ^ Thomson Reuters. Korea Hot Stocks – Hankook Tire, S.M. Ent, Ssangyong Motor. Forbes.com. August 3, 2009. Retrieved August 3, 2009.
  101. ^ “Will TVXQ Stay Together?”. KBS World. October 28, 2009. http://world.kbs.co.kr/english/entertainment/enter_chart_detail.htm?No=10722. Retrieved October 28, 2009.
  102. ^ “SM Entertainment Calls the TVXQ Suit a Big Fraud”. KBS World. November 2, 2009. http://world.kbs.co.kr/english/entertainment/enter_chart_detail.htm?No=10760. Retrieved November 2, 2009.
  103. ^ “TVXQ vs. SM Entertainment Trial Begins”. KBS World. August 21, 2009. http://world.kbs.co.kr/english/entertainment/enter_chart_detail.htm?No=10282. Retrieved August 21, 2009.
  104. ^ “TVXQ Fan Club Files for Compensation for Cancelled Concert”. KBS World. September 3, 2009. http://world.kbs.co.kr/english/entertainment/enter_chart_detail.htm?No=10351. Retrieved September 3, 2009.
  105. ^ (Korean) “동방신기-소녀시대… ‘로맨틱 스캔들'”. Hankook Ilbo. 2008-05-17. http://sports.hankooki.com/lpage/entv/200805/sp2008051707331496010.htm. Retrieved July 13, 2009.
  106. ^ (Korean) “다음-휠라, 온-오프 공동마케팅 추진”. It Times. August 9, 2005. http://www.it-times.kr/sub_read.html?uid=19843&section=. Retrieved July 13, 2009.
  107. ^ (Japanese) “東方神起、元気ハツラツ上戸とデートしたい”. Sanspo. July 8, 2009. http://www.sanspo.com/geino/news/090708/gnj0907080510009-n1.htm. Retrieved July 13, 2009. [dead link]
  108. ^ (Japanese) “Asa wa Kuru Kara Oricon Page”. Oricon. http://www.oricon.co.jp/music/release/d/639580/1/. Retrieved April 17, 2009.
  109. ^ (Japanese) “Share the World/We Are! Oricon Page”. Oricon. http://www.oricon.co.jp/music/release/d/812153/1/. Retrieved April 17, 2009.
  110. ^ (Japanese) “Purple Line Oricon Page”. Oricon. http://www.oricon.co.jp/music/release/d/743460/1/. Retrieved April 17, 2009.
  111. ^ (Japanese) “TVXQ Screen debut ‘Subaru'”. Nikkan Sports. December 12, 2008. http://www.nikkansports.com/entertainment/cinema/news/p-et-tp1-20081212-439269.html. Retrieved December 12, 2008.
  112. ^ (Korean) “TVXQ Asia Cooperation movie ‘Subaru’ surprise cameo appearance”. Newsen. December 12, 2008. http://www.newsen.com/news_view.php?uid=200812121505001002&code=1002002. Retrieved December 12, 2008.
  113. ^ “BoA, TVXQ Named Los Angeles PR Spokespeople”. KBS Gobal. August 10, 2007. http://english.kbs.co.kr/entertainment/news/1451821_11858.html. Retrieved August 10, 2007.
  114. ^ “TVXQ’s Radio Program Airs in Japan”. KBS Gobal. April 25, 2007. http://english.kbs.co.kr/entertainment/news/1451821_11858.html. Retrieved April 25, 2007.
  115. ^ “TVXQ Named Asian Envoys for Universal Studios Japan”. KBS Gobal. May 15, 2008. http://english.kbs.co.kr/entertainment/news/1513079_11858.html. Retrieved May 15, 2008.
  116. ^ (Korean) “Retro Dance Queen Bae Seul Ki ‘TVXQ Woman'”. Hankooki. March 3, 2006. http://sports.hankooki.com/lpage/entv/200603/sp2006030308025358390.htm. Retrieved February 26, 2009.
  117. ^ (Korean) “TVXQ, Theater Actors”. Star Money. July 4, 2006. http://star.moneytoday.co.kr/view/stview.php?type=1&no=2006070409244401535. Retrieved February 26, 2009.
  118. ^ TVXQ! 이것만은 알고 가 Repackage app
  119. ^ “TVXQ in Guinness World Record”. KBS World. March 24, 2009. http://world.kbs.co.kr/english/entertainment/enter_chart_detail.htm?No=9374. Retrieved August 14, 2009.

 

BUT FOR SURE ..

ME ..

AS CASSIOPEIA BIGEAST BELIEVE WITH THEM …

BELIEVE DB5K …

THEY WILL BE BACK AS 5 …

ALWAYS KEEP THE FAITH !!!!

 

 

 

VIA WIKIPEDIA

 

to be continued ________

MY FAV JAPAN BOYS : part 1

 

this is the part 1 of  my  favorite boys in japan :p

 

 

OGURI SHUN


 

IKUTA TOMA

 

 

 

ARASHI’s NINOMIYA KAZUNARI

 

 

 

TEPPEI KOIKE

 

 

 

ARASHI’s MATSUMOTO JUN

 

 

 

NEWS’s YAMASHITA TOMOHISA

 

 

AAA’s NISHIJIMA TAKAHIRO

 

 

 

NEWS’s / KANJANI8 NISHIKIDO RYO

 

 

 

MIURA HARUMA

 

 

TAKERU SATO

 

 

wait for next part 😀

 

TO BE CONTINUED …..

PART 2————-

KHUNTORIA

 

LOVE MAKE US STRONG !!!

LOVE : SIMPLE WORD , AMAZING EXPERIENCE

Previous Older Entries Next Newer Entries

HELLO ! PROJECT GIRL’s