Surau Kami

Analisis Cerpen Robohnya Surau Kami Karya A. A. Navis

 

 Robohnya Surau Kami

Penulis : A. A Navis

 

 

ain. Robohnya Surau Kami merupakan sebuah cerpen karya  A.A. Navis yang berecerita tentang sosio-religi . Cerpen ditebitkan pertama kali pada tahun 1956, yang menceritakan dialog Tuhan dengan Haji Saleh, seorang warga Negara Indonesia yang selama hidupnya hanya beribadah dan beribadah dimana dia hanya memikirkan tentang akhirat tetapi tidak peduli tentang duniawi . Cerpen ini dipandang sebagai salah satu karya monumental dalam dunia sastra Indonesia.

 

    Struktur : Tema , Latar ,  Alur, Permasalahan , Amanat , Teknik Bahasa , Sudut Pandang dan Nilai – Nilai dari Cerpen Robohnya Surau Kami

 

Tema dari cerpen Robohnya Surau Kami ialah keagamaan yang berhubungan dengan sosial bagaimana seseorang hanya ingin memperoleh kebahagiaan akhirat , tanpa  peduli dengan keadaan sekitarnya (duniawi) dan tentang seorang pembual yang merasa dirinya yang paling benar.  Latarnya adalah di sebuah surau yang terletak di desa yang terpencil dan jauh dari peradaban. Sedangkan untuk  Alur nya ialah : mundur, karena menceritakan akhir dulu baru awal dan juga mengisahkan peristiwa yang telah berlalu yaitu sebab-sebab kematian kakek Garin.Plot yang semakin menunjukkan alur dari cerpen ini adalah alur mudur ialah :

     Kalau beberapa tahun yang lalu tuan Tuan datang kekota kelahiranku dengan menumpang bis, Tuan akan berhenti di dekat Pasar. Melangkah menyusuri jalan raya arah ke barat. Maka kira-kira sekilometer dari pasar akan sampailah Tuan di jalan kampungku. Dan di pelataran kiri surau itu akan Tuan temui seorang tua yang biasanya duduk disana dengan segala tingkah ketuannya dan ketaatannya beribadat. Sudah bertahun-tahun ia sebagai garin, penjaga surau itu. Orang-orang memanggilnya Kakek. Tapi Kakek ini tidak ada lagi sekarang. Ia sudah meninggal. Dan tinggallah surau itu tanpa penjaganya. Hingga anak-anak menggunakanya sebagai tempat bermain, memainkan segala apa yang di sukai mereka. Perempuan yang kehabisan kayu bakar, sering suka mencopoti papan dinding atau lantaai di malam hari.

Jika Tuan datang sekarang, hanya akan menjumpai gambaran yang mengesankan suatu kesucian yang bakal roboh. Dan kerobohan itu kian hari kian cepat berlangsungnya. Secepat anak-anak berlari di dalamnya, secepat perempuan mencopoti pekayuannya. Dan yang terutama ialah sifat masa bodoh manusia sekarang, yang tak hendak memelihara apa yang tidak dijaga lagi.

Permasalahannya nya yaitu ketika tokoh aku datang ke Surau Tua dan menghampiri kakek itu, tapi sekali ini kake begitu muram seolah-olah ada sesuatu yang mengganggu pikirannya sehinnga barang-barang yang ada di sana berserakan di sekitar kaki kakek, kemudian tokoh aku duduk di sampingnya dan menjamah pisau itu serta bertanya, ternyata kakek kesal dan masih memikirkan bualan Ajo Sidi tentang kisah haji saleh yang  selalu menyembah allah tapi menelantarkan orang yang ada di sekelilingnya termasuk keluarganya sehingga dia dikutuk masuk neraka yang letaknya di keraknya. Karena bualan itu kake merasa takut karena apa yang kake lakuin sama persis seperti apa yang di lakukan oleh ajo sidi.

Sudut Pandang orang pertama sebagai aku, “Maka kira-kira sekilometer dari pasar akan sampailah Tuan di jalan kampungku. Dan di pelataran kiri surau itu akan Tuan temui seorang tua yang biasanya duduk disana dengan segala tingkah ketuannya dan ketaatannya beribadat. Sudah bertahun-tahun ia sebagai garin, penjaga surau itu. Orang-orang memanggilnya Kakek”

Penokohan nya tersendiri seperti berikut : Tokoh Ajo Sidi berwatak pembual, acuh tak acuh dan mempunyai kepribadian suka mempengaruhi , Tokoh kakek berwatak  yang hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa memikirkan orang lain tetapi sangat taat beribadah , Tokoh Aku berwatak bijaksana , baik hati dan penolong , sedangkan Tokoh Aji Saleh berwatak mementingkan diri sendiri (egois).

Tokoh smmm                         Memiliki kerakteristik yang tidak mempunyai pendirian yang kuat dan mudah terhasut omongan orang lain, dan Orang yang tagwa didalam perintah dan larangan Allah Subhanahu wataala tetapi kadar keimanannya sangat tipis.

Amanat yang diperoleh dari cerpen ini sendiri ialah kita jadi orang jangan yang pembual yang selalu merasa kita benar, karena orang yang pembual biasanya diingat orang, tapi seseorang yang selalu ingat itu malah ingin memarah-marahinya karena mengingat bualan yang selalu ia ucapkan melukai peraaan orang l

Teknik Bahasa yang di pakai ialah mudah dipahami (dimengerti), bahasanya tidak terlalu tinggi dan bahasa yang dipakai bahasa sehari-hari.

             Nilai-Nilai yang kita peroleh ialah nilai budayanya dimana pola fikir yang kurang berpendidikan membuat kakek salah dalam mengambil keputusan, tidak ada keiginan untuk hidup lebih baik dan berkembang.  Nilai sosial masih tetap ada walaupun hanya sedikit . Sifat iklas kakek dalam membantu terhadap tetangga-tetagganya.  Nilai moral nya yaitu perbuatan kakek yang siap membantu kapanpun dan tidak mengharap imbalan patut dicontoh. Nilai agaman nya ialah Ketaatan kakek dalam beribadah dan menyembah tuhan adalah salah satu perbuatan yang layak dicontoh.

 

 

HASIL ANALISIS

Cerpen karya A.A. Novis yang mengisahkan seorang kakek Garin, yang meninggal secara mengenaskan yaitu membunuh diri akibat dari mendengar cerita bualan seseorang yang sudah dikenalnya, memikat siapapun yang membacanya tentang hubungan manusia dengan Tuhan yang harus ada keseimbangan dengan alam dan lingkungan sekitar. Hal yang paling penting adalah seseorang dapat menempatkan diri pada kondisi lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Dalam cerpen ini menonjol bagaimana psikologis tokoh kakek garin saat mendengar cerita bualan dari Ajo Sidi. Cerita itu membuat kakek Garin ingat akan masa lalunya sehingga ia merasa bersalah karena telah meningggalkan keluarganya dan hanya mementingkan urusan akhirat. Dalam keadaan ini kakek garin sangat ditonjolkan karena penulis ingin menunjukkan gagasannya bahwa hidup haruslah mempunyai keseimbangan antara dunia dan akhirat sehingga tercipta kehidupan yang tidak timpang / berimbang .

 

Oleh : Nia Karina Tarigan

mahasiswa FIB unpad 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

HELLO ! PROJECT GIRL’s

%d bloggers like this: