Seribu Kunang-Kunang di Manhattan

Analisis Cerpen Seribu Kunang-Kunang di Manhattan  Karya  Umar Kayam

 

 

 

Seribu Kunang-Kunang di Manhattan

Penulis : Umar Kayam

 

 

 

Seribu Kunang-Kunang di Manhattan adalah sebuah cerpen yang terpilih menjadi cerpen terbaik majalah sastra Horison tahun 1966/1967 ini ditulis oleh seorang budayawan dan sastrawan Umar Kayam. Cerpen ini mengisahkan tentang dua orang tokoh Jane dan Marno yang berlatar belakang berbeda dihadapkan pada sebuah percakapan yang menarik. Umar Kayam membangun alur dengan menggunakan teknik dialog atau percakapan. “Tidak ada unsur penceritaan yang jelas, atau konflik, membuat tema menjadi nonsense”, begitulah kiranya pendapat seorang cerpenis dalam esainya “Kembali Membaca dan Menghancurkan Kayam”.

      Marno berperan sebagai tokoh utama dalam cerita ini. Karena secara garis besar Marno yang mengendalikan cerita ini. Kayam membawa cerita ini kepada situasi Marno yang rindu akan kampong halamannya. “Aku sedang enak di jendela sini, Jane. Ada beribu kunang-kunang di sana.” (Seribu Kunang-Kunang di Manhattan : 2003). Dalam kutipan tersebut diceritakan bahwa sebenarnya Marno mengimajinasikan Manhattan sebagai kampong halamannya. Ia yang sedari tadinya rindu sekali akan kampong halamannya, dengan ditambah pengaruih alcohol Marno lebih menjadi dan mengimajinasikan kunang-kunang yang notabene adalah hewan tropis ada di Manhattan.

Karakteristik penokohan dari Marno dengan metode dramatic analisis. Yang mana penokohan dari Marno tidak dideskripsikan secara jelas oleh Kayam sebagai penulis. Namun dengan jalan menganalisa dari tingkah laku dramatic dari cerita tersebut. Dengan metode ini dapat diketahui bahwa Marno merupakan orang yang sabar, pendengar yang baik. “Kalau saja ada suara jangkrik mengerik dan beberapa katak menyanyi dari luar sana.”“Lantas?” “Tidak apa-apa. Itu kan membuat aku lebih senang sedikit. ” “Kau anak desa yang sentimental!” “Biar!”

Marno terkejut karena kata “biar” itu terdengar keras sekali keluarnya.

“Maaf, Jane. Aku kira scotch yang membuat itu.”“Tidak, Sayang. Kau merasa tersinggung. Maaf.”Marno mengangkat bahunya karena dia tidak tahu apa lagi yang mesti diperbuat dengan maaf yang berbalas maaf itu

Dalam kutipan tersebut disiratkan bahwa Marno merupakan  pendengar yang baik, ia sabar menghadapi ocehan-ocehan Jane yang dianggap Marno membosankan. Dan juga diketahui bahwa Marno memiliki sifat teguh hati, dimana ia tetap berkata “Biar!” ketika Jane menganggap Marno orang desa yang sentimental. Sedangkan tokoh Jane, dalam cerita ini merupakan tokoh utama disamping Marno. Pada awalnya Kayam mencoba mengutarakan siapa dan apa yang dipikirkan Jane kala itu. Namun, pada akhir cerita Kayam memfokuskan tokoh kepada Marno yang mulai menguasai jalan cerita.

Dengan metode analisa dramatic, Jane adalah tipikal orang yang cerewet, keras kepala, dan banyak berbicara. Juga gaya bicaranya yang sedikit menunjukan bahwa ia adalah kaum ningrat di negaranya. “Jet keparat!” Jane mengutuk sambil berjalan terhuyung ke dapur. Dari kamar itu Marno  mendengar Jane keras-keras membuka kran air. Kemudian dilihatnya Jane kembali, mukanya basah, di tangannya segelas air es. Dapat dilihat bahwa struktur/budaya kebaratan yang ditunjukkan Kayam melalui tokoh Jane ini. Tokoh pembantu Dalam cerita ini ada tokoh Tommy, yang merupakan mantan suami Jane. Jane sempat beberapa kali menceritakan Tommy. Dengan metode analisis yang sama dapat diketahui bahwa Tommy merupakan pria yang baik, yang sesungguhnya Janepun masih menyayangi Tommy. “Sebab, seee-bab aku tidak mau Tommy kesepian dan kedinginan di Alaska. Aku tidak maaau.” Dari kutipan tersebut diketahui bahwa sesungguhnya Jane sangat mengkhawatirkan Tommy yang Jane sendiri tidak tahu keberadaan dari Tommy. Dalam cerita ini penulis menampilkan secara ekspositoris atau secara deskriptif watak/penokohan dari masing-masing tokoh. Ia menyisipkan watak tokoh dalam penggalan-penggalan kejadian dramatic dalam cerita tersebut. latar tempat diceritakan ada pada sebuah rumah, yang mungkin tepatnya ada diatas atau lantai kedua. Dan rumah itu ada di sebiah kawasan di kota Manhattan, Amerika  Kemudian pelan-pelan diciumnya dahi Jane, seperti dahi itu terbuat dari porselin. Lalu menghilanglah Marno di balik pintu, langkahnya terdengar sebentar dari dalam kamar turun tangga.dari kutipan itu Marno mulai meninggalkan Jane di kamarnya melewati pintu dan kemudian turun tangga. Dapat dideskripsikan bahwa letak kamar Jane ada di atas dan percakapan itu berlangsung di kamar Jane.

Seribu Kunang-Kunang di Manhattan, sebuah cerpen Umar kayam yang memiliki nilai sastra tinggi terhadap unsur social masyarakat . umar Kayam telah berhasil membawa pembaca kedalam horizon-horizon imajinatif dan simpulan yang menghasilkan bermacam pendapat tematik yan dihasilkan. Pembaca dituntut menjadi pengarang kedua untuk merumuskan ending dari sebuah cerita. Kayam mengarahkan pembaca menjadi orang pintar dan berfungsi edukatif dalam setiap karyanya.

Tema dari cerpen ini sendiri ialah sosiologis. Artinya penulis ingin menceritakan adanya persamaan dan perbedaan kebiasaan antara budaya barat dan budaya timur. Dalam artian lain tema multicultural. Namun Kayam tidak mengakhiri tema ini dengan jelas, atau sekurang-kurangnya dengan konflik yang jelas. Pembaca diarahkan untuk menilai, dan membawa cerita ini menuju kehendak pembaca. Sehingga cerita ini mnejadi multitafsir.

Persamaan kedua budaya ini dapat diceritakan dalam kisah Jane yang masih menyayangi mantan suaminya dan Marno yang rindu akan kampung halaman dan istrinya. Ini membuktian bahwa budaya barat dan timur mempunyai kesamaan dalam hal kasih sayang, keduanya merasakan hal yang sama maupun dalam kondisi budaya dan keadaan social yang berbeda. Perbedaan ditunjukkan Kayam dalam situasi dimana Marno lebih memilih untuk pulang daripad tidur bersama dengan Jane. Mungkin karena ia ingin segera mengakhiri perselingkuhan itu dan kembali kepada istrinya. Hal ini menunjukkan identitas budaya timur yang lebih menghargai perkawinan.

 

 

Oleh : Nia Karina Tarigan

mahasiswa FIB unpad 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

HELLO ! PROJECT GIRL’s

%d bloggers like this: